Page 38 - index
P. 38
26 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
(cultural value), yaitu bagaimana bacaan dan aktivitas membaca bermakna
secara sosial, kultural, ekonomi, dan bahkan spiritual.
Selera seseorang terhadap bacaan yang digemarinya berkaitan dengan
aspek-aspek perasaan, apresiasi dan konstruksi sosial yang berkembang di
benaknya, dengan berbagai segmentasi dan hierarkhinya di dalam berbagai
kebudayaan dan subkultur. Makna berkaitan dengan bagaimana manusia,
dalam konteks studi ini remaja urban, memahami membaca sebagai aktivitas
bahasa atau komunikasi yang melibatkan di dalamnya tanda, makna, tata
cara, kode-kode yang mengaturnya, yang membentuk strata sosial, kultural,
status, dan prestise. Nilai-nilai, dari perspektif Cultural Studies diyakini
menentukan bacaan mana yang dianggap menyenangkan, menggairahkan,
menimbulkan selera, termasuk menentukan bacaan mana yang dinilai
penting didahulukan, membanggakan dan dapat dijadikan acuan dalam
membangun jaringan sosial dengan lingkungan peer-groupnya.
Sebagai sebuah aktivitas budaya, pembentukan selera dan perilaku
membaca dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti globalisasi, kekuatan
kapitalisme, komodifi kasi, teknologi informasi, media massa, perubahan
gaya hidup, lingkungan sosial, dan lain sebagainya. Pada intinya, membaca
di kalangan remaja atau anak muda urban, menurut perspektif Cultural
Studies bukanlah sekadar bagian dari kegiatan akademik di sekolah,
melainkan “ia” adalah representasi dari gaya hidup dan konsumsi.
2.1 MEMBACA MENURUT PERSPEKTIF CULTURAL STUDIES
Sebagai sebuah perspektif, Cultural Studies boleh dikata adalah hal
yang tergolong baru dan bahkan tengah mencari bentuk. Cultural Studies
adalah arena plural dan interdisipliner dari berbagai perspektif yang
bersaing, tidak hanya dalam merumuskan gerakan praksis melawan
hegemoni kekuasaan kapitalis, tetapi juga sebagai sebuah upaya akademik
untuk merumuskan teori untuk menjelaskan dan memahami kebudayaan,
termasuk kebudayaan populer. Studi ini, sengaja memilih pespektif Cultural
Studies untuk memahami gaya hidup dan perilaku membaca remaja urban,
karena aktivitas membaca, seperti disinggung di atas, sesungguhnya bukan
sekadar bagian dari kegiatan belajar di sekolah dan aktivitas pencarian
serta penelusuran informasi, tetapi lebih dari itu membaca adalah sebuah

