Page 37 - index
P. 37
2
PERSPEKTIF CULTURAL STUDIES
DAN STUDI-STUDI TERDAHULU
TENTANG PERILAKU MEMBACA
UNTUK KESENANGAN
ebagai sebuah aktivitas, membaca (termasuk yang dilakukan para remaja
urban) bukanlah hal yang tampak sederhana di mana seseorang memil-
Sih atau membeli kemudian membaca buku, novel, majalah, komik dan
lain-lain, akan tetapi dari perspektif Cultural Studies, membaca sesungguhnya
adalah hal yang sangat kompleks. Membaca buku, novel, komik, majalah,
atau yang lain tidak sekadar aktivitas membuka dan membaca kata per kata,
kalimat per kalimat, paragraf per paragraf untuk kemudian seseorang dapat
memahami keseluruhan tulisan (berikut gambar) yang tersaji di hadapannya.
Lebih dari itu, membaca adalah sebuah perilaku sosial sekaligus bagian dari
gaya hidup yang melibatkan berbagai relasi sosial, psikologi, bahasa, simbo-
lik, ekonomi, politik dan kultural. Membaca, dari perspektif Cultural Studies
adalah salah satu wujud dan bagian dari budaya, terutama budaya populer
(lihat: Adlin, 2006; Ibrahim, 2007 dan Storey, 2007).
Sebagai bagian dari budaya, atau lebih khusus lagi budaya populer,
aktivitas pembaca tidak hanya melibatkan unsur-unsur budaya fi sik (material
culture), seperti buku, meja, kacamata, kertas, dan sejenis, tetapi juga unsur-
unsur budaya nonfi sik (nonmaterial culture), yaitu: Pertama, selera (taste),
tidak saja selera terhadap jenis bacaan yang digemari secara psikologis, tetapi
juga selera dalam pengertian sosial, yaitu berkaitan dengan klasifi kasi dan
hierarkhi selera yang dipengaruhi perbedaan kelas sosial. Kedua, makna,
yaitu bagaimana bacaan, tokoh yang ditonjolkan, alur cerita, dan sejenisnya
mengandung makna tertentu bagi subyektivitas pembacanya. Ketiga, nilai

