Page 41 - index
P. 41

Perspektif Cultural Studies dan Studi-studi Terdahulu Tentang ...       29


              Cultural Studies, proses ekonomi politik tidak menentukan makna teks
              maupun pemahamannya oleh audiens. Justru, ekonomi politik, hubungan
              sosial dan kebudayaan harus dipahami dalam konteks logika spesifi k dan
              cara perkembangannya yang diartikulasikan atau terkait bersama-sama
              secara spesifi k berdasarkan konteksnya.
                    Beberapa defi nisi dan lingkup utama yang menjadi perhatian Cultural
              Studies, adalah: Pertama, hubungan atau relasi antara kebudayaan dan
              kekuasaan. Kedua, seluruh praktik, institusi dan sistem klasifi kasi  yang
              tertanam dalam nilai-nilai partikular, kepercayaan, kompetensi, kebiasaan
              hidup (termasuk perilaku membaca) dan bentuk-bentuk perilaku yang
              biasa dari sebuah populasi. Ketiga, berbagai kaitan antara bentuk-
              bentuk kekuasaan gender, ras, klas, kolonialisme dan sebagainya dengan
              pengembangan cara-cara berpikir tentang kebudayaan dan kekuasaan
              yang bisa digunakan oleh agen-agen dalam mengejar perubahan. Keempat,
              berbagai kaitan wacana di luar dunia akademis dengan gerakan sosial dan
              politik, para pekerja di lembaga-lembaga kebudayaan dan manajemen
              kebudayaan (Storey, 2003: vii). Studi tentang perilaku membaca remaja
              urban ini, pada dasarnya berada pada lingkup relasi antara kebudayaan
              dan kapitalisme, serta merupakan bagian dari praktik dan gaya hidup yang
              dipengaruhi perkembangan industri budaya.

                    Istilah Cultural Studies sendiri meski banyak berhutang kepada teori
              Marxis, namun perspektif yang dikembangkan telah melompat jauh di luar
              pendekatan Marxis, dan bahkan tidak jarang bertentangan. Dalam hal ini,
              kerangka berpikir atau asumsi dasar dari Cultural Studies yang dipengaruhi
              Marxisme, paling-tidak kelihatan dalam dua hal. Pertama, untuk memahami
              makna dari teks atau praktik budaya kita harus menganalisisnya dalam
              konteks sosial dan historis produksi dan konsumsinya. Kedua, masyarakat
              industrial kapitalis adalah masyarakat yang disekat-sekat secara tidak adil
              menurut, misalnya garis etnis, gender, keturunan dan kelas. Dan, budaya
              adalah suatu ranah atau tempat berlangsungnya pertarungan terus-menerus
              atas makna di mana kelompok-kelompok  subordinat mencoba menentang
              penimpaan makna yang sarat akan kepentingan kelompok dominan (Storey,
              2007: 4).
                    Selain Marxis, teori lain yang banyak memberi warna pada perspektif
              Cultural Studies adalah Mazhab Frankfurt, dan teori-teori Postmodernisme.
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46