Page 52 - index
P. 52

40                                        Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


                    Beberapa kritikus memandang pengadopsian gaya hidup tertentu
              oleh orang banyak sebagai indikasi dari masifi kasi, yakni pemassalan
              yang disebabkan oleh ketidakmampuan mereka menemukan jati dirinya.
              Sementara itu, beberapa yang lain menilai gejala penularan gaya hidup
              sebagai keberhasilan kapitalisme mempengaruhi para konsumennya
              untuk menggunakan produk-produk massal demi keuntungan para
              kapitalis sebagai produsen (Adlin (ed.), 2006: 37). Masyarakat konsumen,
              menurut perspektif Cultural Studies seringkali memang diyakini tumbuh
              karena didorong ideologi konsumerisme, terutama melalui pencitraan
              yang dimasyarakatkan lewat kekuatan iklan: sugesti bahwa makna
              kehidupan harus kita temukan pada apa yang kita konsumsi, bukan pada
              apa yang kita hasilkan.
                    Di era globalisasi informasi, berbagai kajian memang telah membukti-
              kan bahwa yang berperan besar membentuk gaya hidup: budaya citra (im-
              age culture) dan budaya cita rasa (taste culture) adalah gempuran iklan yang
              menawarkan gaya visual yang kadang-kadang mempesona dan memabuk-
              kan. Iklan merepresentasikan gaya hidup dengan menanamkan secara halus
              arti penting citra diri untuk tampil di muka publik. Iklan juga perlahan tapi
              pasti mempengaruhi pilihan cita rasa yang kita buat, terutama ketika kita
              terlibat dalam pergaulan dan relasi sosial dengan orang atau kelompok lain
              (Ibrahim, dalam: Chaney, 2004: 19).

                    Herbert Mercuse (1968), menyatakan bahwa iklan akan mendorong
              tumbuhnya kebutuhan palsu, menyebabkan orang berkeinginan untuk
              menjadi orang tertentu, semisal: dalam cara berpakaian, selera bermusik,
              termasuk pemilihan bahan bacaan yang disukai (Storey, 2007: 145). Di era
              masyarakat kapitalisme, kegiatan produksi, distribusi dan iklan merupakan
              bagian dari industri budaya  (culture industry) masa kini yang sangat
              tergantung pada industri-industri lainnya seperti komunikasi massa dan
              hiburan massa.

                    Dalam iklan, tanda-tanda digunakan secara aktif dan dinamis,
              sehingga orang tidak lagi membeli produk untuk pemenuhan kebutuhan
              (need), melainkan membeli makna-makna simbolik (symbolic meaning), yang
              menempatkan konsumer di dalam struktur komunikasi dan dikonstruksi
              secara sosial oleh sistem produksi/konsumsi. Konsumer dikondisikan untuk
              lebih terpesona dengan makna-makna simbolik, tanda, citra atau tema yang
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57