Page 116 - index
P. 116
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
sebelumnya yang lebih banyak terpesona pada televisi, net generation
tumbuh dalam lingkungan sosial dan kebiasaan sejak awal yang telah
akrab dengan internet.
Menurut data, bila pada 1983 di Amerika Serikat hanya 7% keluarga
mempunyai komputer, maka di tahun 2004 jumlah ini meningkat 44%
dan 60% di antaranya mempunyai anak usia sekolah. Di tahun 1996,
hanya 15% keluarga yang dilaporkan bisa mengakses internet and world
Prenada Media Group
wide web, namun pada tahun ini 1 di antara pengguna internet dalam ke-
luarga itu yaitu anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun. pada 1994, di
Amerika dilaporkan sekitar 35% sekolah umumnya telah menyediakan
fasilitas bagi siswa untuk bisa mengakses internet, dan saat ini bahkan
100% sekolah telah menyediakan akses internet, sehingga tidak ada lagi
yang namanya siswa di negara adidaya ini yang tidak mengenal internet.
Karena net generation tumbuh dalam perkembangan dan kecang-
gihan teknologi ICT, maka bisa dikatakan “ lik air”
bagi mereka. Ungkapan ini tidak berlebihan, sebab bagi generasi muda
di Amerika, yang namanya komputer, laptop, handphone, internet, dan
bahkan iPod atau iPad sudah tidak lagi merupakan hal yang asing. Di
abad ke-21, meluasnya penggunaan perangkat gadget dan internet tidak
hanya menjadi monopoli remaja di Amerika, tetapi boleh dikata telah
meluas ke berbagai negara—tak terkecuali di Indonesia. Di Tanah Air,
jumlah pengguna internet tercatat sudah mencapai 45 juta orang, baik
yang mengakses internet melalui komputer maupun ponsel, sedangkan
jumlah pengguna Facebook di Indonesia sebesar 43,06 juta merupakan
peringkat ke-3 dunia setelah Amerika Serikat dengan total pengguna
Facebook mencapai 155,7 juta (http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook).
Tapscott (1998) mengatakan, bahwa akibat tumbuh dewasa bersa-
ma-sama dengan internet daripada menonton TV sedikit banyak telah
meng-ubah net generation. Sementara TV bersifat pasif, internet lebih
bersifat aktif dan partisipatif. Tapscott menyatakan ada sepuluh karak-
teristik dari generasi ini, yaitu independen, investigasi, kesiapan, ino-
vasi, kebutuhan akan suatu keaslian, keterbukaan, inklusi, kebebasan
berekspresi, sensitivitas terhadap kepentingan perusahaan, dan kese-
nangan dengan kedewasaan. Lima karakteristik yang pertama muncul
dari hakikat medium itu sendiri, di mana mendorong independensi atau
104

