Page 111 - index
P. 111
BaB 5 | Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital
dap kelompok lain. Di dalam kelompok sendiri variasi terjadi, sementara
perbedaan lintas kelompok muncul pula.
Jody O’Brien dalam artikelnya “Writing in the Body: Gender (Re)pro-
duction in Online Interaction”, selain membahas persoalan identitas
gen-der dalam sistem online, juga membahas perbedaan antara apa
yang nyata dalam dunia maya dan mana pula yang hanya merupakan
fan-tasi (lihat Smith & Kollock, 2005). Di dunia maya, menurut O’Brien,
Prenada Media Group
gender umumnya dicoba diperkenalkan kembali dalam cara yang lebih
terbatas dan bersifat stereotip daripada hadir dalam interaksi yang
melekat. Tidak ada batasan tentang bagaimana orang bisa menerangkan
dirinya di cyberspace. Meski deskripsi gender yang dimasukkan orang
di internet sejauh ini kurang bervariasi dan imajinatif daripada yang
terjadi dalam interaksi tatap muka, namun dalam banyak kasus orang
umumnya menciptakan kembali dirinya dalam jejaring komputer sebagai
stereotypical yang ideal, dan O’Brien menunjukkan bahwa “hipergender”
ini biasanya secara khusus berlaku di kalangan mereka yang berusaha
untuk “cross-dress” (yakni pria memaparkan dirinya sebagai wanita).
Dalam diskusi tentang identitas sosial dalam jejaring komputer,
O’Brien memperlihatkan bahwa di sana ada ketegangan antara mereka
yang melihat interaksi online sebagai peluang untuk melakukan banyak
peranan versus mereka yang melihat cyberspace sebagai media komu-
nikasi baru antar-“orang sesungguhnya”. O’Brien berpendapat bahwa
perbedaan antara maksud “menjadi” dan maksud “melaksanakan” lebih
bermanfaat dibanding diskusi tentang apa yang nyata versus tak nyata,
atau kejujuran versus kepura-puraan. O’Brien menyimpulkan bahwa
“isu yang paling utama saat dalam sejarah komunikasi online yaitu
bagaimana membentuk jalan menggarisbawahi situs nyata versus tak
nyata, sehingga pengguna dapat membedakan ‘keautentikan nyata’ dari
keaatentikan fantasi.”
D. Net geNerAtIoN
Salah satu komunitas cyberspace yang paling dinamis dan menjadi
aktor yang benar-benar aktif membangun interaksi dan memanfaatkan
jejaring dalam dunia maya, tak pelak ialah kelompok remaja urban atau
yang biasa disebut sebagai net generation. Berbeda dengan generasi baby
99

