Page 109 - index
P. 109
BaB 5 | Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital
interaksi tertentu yang lebih sulit, selain juga memberikan ruang untuk
bermain dengan identitas orang. Di satu sisi, dalam dunia maya indi-
vidu cenderung akan dinilai atas idenya, bukan atas gender, ras, kelom-
pok, atau usianya. Tetapi di sisi yang lain, bukan tidak mungkin bahwa
hierarki status tradisional dan ketidaksetaraan justru akan diproduksi
ulang dalam interaksi sosial dan bahkan semakin diperbesar ketika me-
reka membangun hubungan sosial di jejaring komputer.
Prenada Media Group
Artikel yang ditulis Judith Donath (2005) berjudul “Identity and
Deception in the Virtual Community”, memperlihatkan bahwa dalam be-
berapa kasus kemungkinan terjadinya pemalsuan identitas dan kepura-
puraan dalam jejaring komputer memang sangat mungkin dilakukan,
dan terkadang juga menghasilkan keuntungan yng besar. Tetapi dengan
menelusuri anatomi posting Usenet sebetulnya kita akan dapat menye-
lidiki bagaimana suatu identitas dibuat atau disembunyikan. Menurut
Donath, sumber petunjuk pertama untuk menggali identitas seseorang
di dunia maya yaitu melalui pemeriksaan terhadap akun nama individu
itu sendiri (lihat Smith & Kollock, 2005).
Meski tampak muskil diperlakukan sebagai sumber informasi, Do-
nath memperlihatkan berapa banyak sesungguhnya informasi yang
da pat diperas dari ID dasar seseorang ini. Para peselancar atau orang-
orang yang biasa memanfaatkan jejaring komputer, umumnya sadar
bahwa setiap domain nama mempunyai reputasinya sendiri dan mereka
dapat mengenali dampak berbeda dari akun komersil versus institusio-
nal. Isi dari posting mengandung tanda dan maknanya tersendiri tentang
identitas seseorang yang bersangkutan. Gaya tulisan, fakta yang ditam-
pilkan, penggunaan sesuai atas singkatan dan keadaan yang khusus bagi
kelompok, semuanya membantu untuk memahami siapa sesungguhnya
identitas pengguna.
Di akhir setiap posting, menurut Donath biasanya selalu ada tanda
tangan yang juga bisa menjadi elemen utama di dalam membuat iden-
titas. Tanda tangan merupakan kombinasi dari kartu bisnis dan “stiker”
di mana para anggota menggunakannya untuk menampilkan rasa ter ta-
rik mereka, pendapat, dan pekerjaannya. Dengan menyediakan alamat
perusahaan dan kedudukannya, tanda tangan dapat membantu kre-
densial orang sekaligus menciptakan peluang akuntabilitas.
97

