Page 105 - index
P. 105
BaB 5 | Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital
Bagi kekuatan kapitalis dan industri budaya di bidang TI, masyara-
kat yang terus-menerus kecanduan perkembangan mode perangkat TI
dan terus tenggelam dalam keasyikan bermain atau berselancar di dunia
maya, tak terkecuali remaja yang asyik membentuk jaringan online com-
munities (seperti community of online fans) sudah tentu akan dipandang
sebagai berkah dan keuntungan tersendiri. Sementara itu, bagi masyara-
kat, khususnya kelompok remaja, kegandrungan untuk terus berganti
Prenada Media Group
mode perangkat TI, terus membeli laptop sesuai perkembangan zaman,
penggunaan handphone dan internet yang berlebihan, sudah barang
tentu akan menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang
signiikan.
Scott W. Campbell dan Rich Ling (2007), misalnya, menyatakan bah-
wa gara-gara penggunaan handphone yang berlebihan, bukan saja me-
nyebabkan lahirnya alienasi dan isolasi sosial di kalangan remaja, me-
lainkan juga menyebabkan biaya penggunaan handphone dan internet
meningkat pesat, tanpa disadari para penggunanya. Sudah lazim terjadi,
seorang remaja ia mungkin hanya betah belajar dalam hitungan satu-
dua jam maksimal, tetapi ketika berhadapan dengan laptop atau kom-
puter dan berselancar di dunia maya, sering terjadi mereka lupa waktu
dan baru berhenti ketika malam hampir berganti pagi.
Di kalangan remaja urban, belakangan ini sudah banyak diekspose
di media massa, bahwa penggunaan perangkat TI yang berlebihan, se-
lain bisa dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk menipu dan menja-
ring remaja untuk dijadikan korban traficking, minimal kegandrungan
remaja untuk memanfaatkan TI dan berselancar di dunia maya, akan
juga berdampak kontraproduktif bagi kondisi ekonomi dan kegiatan be-
lajar remaja di sekolah. Bahkan, dari segi psikologis, keterlibatan remaja
urban dalam penggunaan internet yang berlebihan juga ditengarai akan
bisa menimbulkan pengaruh negatif, terutama ketika remaja meman-
faatkan internet untuk menelusuri informasi yang seharusnya bukan
untuk kepentingan dan sesuai dengan usia mereka.
Chaterine Chak (2003), misalnya, dari hasil studi yang dilakukan
menemukan bahwa penggunaan internet di kalangan remaja cenderung
berisiko tinggi, sebab biasanya selain untuk bermain game, menelusur
informasi, dan chatting, juga tak jarang internet dimanfaatkan remaja
93

