Page 106 - index
P. 106

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            untuk mengakses situs porno dan melakukan sex talk. Tidak sedikit re-
            maja juga kecanduan untuk terus mengakses situs porno ketika tidak
            ada kontrol dari orangtuanya. Chaterine Chak juga menuturkan bahwa
            tidak sedikit orangtua prihatin terhadap meluasnya penggunaan hand-
            phone dan internet, sebab anak-anak mereka menjadi lebih sering bolos
            dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain game. Anak-anak
            mereka tidak sedikit yang berubah. Jika dahulu anaknya rajin, cerdas, dan
        Prenada Media Group
            selalu gembira, maka sejak mereka kecanduan internet, tanpa disadari
            mereka sekarang berubah menjadi pendiam, soliter, dan menutup diri.
                Kehadiran Facebook dan media berkomunikasi di dunia maya yang
            dramatis dalam dua-tiga tahun terakhir, mungkin benar telah membu-
            ka belenggu isolasi dan menjadikan wawasan dan jaringan sosial kaum
            remaja makin luas. Namun di saat yang sama, tawaran keterbukaan infor-
            masi itu ternyata juga menyebabkan kaum remaja yang tak siap menjadi
            rentan teperdaya. Kisah yang dialami sejumlah remaja putri di beberapa
            daerah di Indonesia yang telah diberitakan kehilangan kesuciannya gara-
            gara teperdaya lelaki muda yang dikenalnya lewat Facebook, merupakan
            salah satu contoh betapa berisikonya kehadiran Facebook ketika anak-
            anak kita tidak siap mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul.
                Di media massa,  kita bisa melihat sejumlah contoh kasus tentang
            efek samping kehadiran Facebook. Di Surabaya misalnya, belum lama ini
            juga berhasil dibongkar adanya kasus perdagangan dan pelacuran anak
            yang pemasarannya menggunakan jalur online  Facebook.  Di beberapa
            daerah lain juga dilaporkan adanya remaja putri yang menghilang,
            minggat dari rumah gara-gara kecantol  lelaki idola yang dikenalnya
            hanya lewat Facebook.
                Berbeda dengan kontak langsung secara personal, di mana masing-
            masing pihak yang berinteraksi tahu persis sejarah dan latar belakang
            lawan bicaranya, kontak yang terbangun di dunia maya sering kali ber-
            langsung penuh kemasan seperti dunia simulacra. Jean Baudrillard me-
            nyatakan,  bahwa simulasi yaitu suatu realitas semu yang tidak selalu
            identik dengan realitas yang nyata (lihat Baudrillard,  1983: 1-10).  Se-
            seorang yang dalam kehidupan sehari-hari temperamental dan sering
            melakukan KDRT, ketika berinteraksi di dunia maya bukan tidak mung-
            kin akan mampu menampilkan sosok yang sama sekali berbeda: tam-



            94
   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111