Page 104 - index
P. 104

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            menjadi media kelompok yang mempertahankan dan mendukung lebih
            banyak interaksi yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan masyarakat
            sebelum mereka mengenal internet. Berinteraksi di dunia maya, selain
            mengasyikkan, bebas, dan melampaui ruang dan waktu, sering kali juga
            menjadi aktivitas yang menyenangkan, terutama ketika orang mulai me-
            nyadari bahwa berselancar di dunia maya benar-benar membuat mereka
            seolah-olah bisa menembus dunia.
        Prenada Media Group
                Wilson (2000) mencatat paling tidak ada tiga karakteristik dari ko-
            munitas virtual di cyberspace, yang membedakannya dengan komunitas
            tatap muka,  yaitu: (1) liberty,  kebebasan  dari  kondisi  sosial  geograis
            yang membatasi identitas yang melekat pada diri seseorang; (2) equality,
            penghilangan hierarki yang berhubungan identitas yang melekat,  jadi
            komunitas dapat terbuka terhadap segala hal; dan (3) fraternity, hubung-
            an yang terbentuk antar-anggota dalam komunitas tersebut. Sementara
            itu,  Tambyah  (1996)  mengidentiikasi  tiga  karakteristik  atau  dimensi
            dari adanya internet: (1) space/time compression, di mana internet me-
            mungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan cepat meskipun
            berada di tempat yang berbeda; (2) no sense of place, interaksi yang ter-
            jadi di dunia yang menyediakan konsep anonimitas, yang memungkin-
            kan terjadinya multiplikasi peran dan jati diri; dan (3) blurred boundaries
            and transformed communities, batasan-batasan yang umumnya terdapat
            di dunia nyata menjadi kabur dan komunitas virtual yang baru terbentuk
            (lihat Rettie, 2002).
                Jadi,  berbeda dengan penggunaan telepon yang hanya berfungsi
            sebagai sarana telekomunikasi yang terbatas, internet pada hakikatnya
            merupakan suatu dunia imajiner, di mana setiap orang dapat melakukan
            apa saja ketika mereka berselancar di dunia maya,  bahkan melakukan
            sesuatu yang mungkin belum pernah ada di dalam kenyataan sehari-
            hari.  Internet makin digemari masyarakat,  karena ia sesungguhnya
            merupakan substitusi dari ruang publik nyata yang belakangan ini ma-
            kin menghilang.  Kerinduan untuk bercengkerama dengan sesama,  dan
            membangun hubungan sosial dalam kelompok yang “akrab,”  bagi ma-
            syarakat dapat terpenuhi dan mereka rasakan justru pada saat mereka
            ada pada kesendirian di ruang kamar atau di kantor, yakni tatkala me-
            reka berselancar di dunia maya.



            92
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109