Page 107 - index
P. 107
BaB 5 | Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital
pak terkesan sabar, dewasa, dan menyenangkan, sehingga wajar ada se-
bagian pengguna media sosial lain yang kemudian teperdaya. Di dunia
maya, lewat Facebook, seseorang bisa memperkenalkan dirinya menjadi
siapa pun, tanpa harus terikat dengan kondisi riil dirinya. Seorang lelaki
iseng, playboy yang suka mempermainkan perempuan, melalui Facebook
bukan tidak mungkin merepresentasikan dirinya sebagai sosok yang
santun, penuh perhatian, dan jauh dari kesan yang menjengkelkan. Di
Prenada Media Group
dunia maya, yang namanya identitas merupakan suatu bentukan citra,
dan oleh karena itu yang penting di sini yaitu image, konstruksi, dan se-
jauh mana lawan ia berinteraksi dapat dikecoh atau terkecoh.
Bagi seorang anak perempuan yang sehari-hari dibesarkan dalam
ke luarga yang broken home, atau bermasalah, apalagi menjadi korban
child abuse, maka berselancar di dunia maya untuk mencari teman chat-
ting bukan hanya menjadi alternatif kegiatan pelarian yang mengasyik-
kan, melainkan lebih dari itu juga menjadi kegiatan untuk mencari sosok
idola substitutif yang ideal. Seorang anak yang di dunia nyata memi-
liki ayah yang ringan tangan, suka main pukul, biasanya dengan mudah
akan teperdaya oleh kenalannya di dunia maya yang pandai menghibur,
penuh perhatian, dan terkesan sabar. Seorang anak gadis yang lugu, nis-
caya dengan mudah jatuh cinta pada cowok yang lewat Facebook tam-
pak penuh perhatian dan bisa menjadi teman curhat yang mengasyik-
kan. Padahal, siapa bisa menduga, apa sebetulnya motif pertemanan dan
kencan yang mereka jalin hanya lewat jalur Facebook itu?
c. IDeNtItAs DI DuNIA mAyA
Sebagai bagian dari perkembangan TI yang luar biasa pesat, kehadir-
an internet beserta berbagai situs atau konten yang ada di dalamnya,
bukan saja telah melahirkan perubahan perilaku orang per orang me-
lain kan juga perubahan di tingkat kelompok, dan bahkan dalam skala
yang makin mengglobal. Seperti dikatakan Piliang (2004), bahwa di era
masyarakat pasca-industri, perkembangan teknologi cyberspace telah
melahirkan berbagai perubahan dan setidaknya terdapat tiga tingkat
pe ngaruh: (1) di tingkat individual (personal); (2) di tingkat antar-indi-
vidual (interper-sonal); dan (3) di tingkat masyarakat (social) (Piliang,
2004: 65-66).
95

