Page 142 - index
P. 142
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
ini merupakan konsekuensi dari perkembangan gaya hidup dan dunia
simulasi yang dimainkan oleh kekuatan industri budaya, maka upaya
untuk mencegah agar dampak perkembangan TI tidak kontraproduktif,
tentu tidak harus dilakukan hanya mengandalkan pendekatan yang
sifatnya regulatif-punitif, seperti melakukan razia di berbagai wartel,
mengeluarkan fatwa haram untuk Facebook, dan sejenisnya.
Dalam hal ini, tugas orangtua, sekolah, termasuk pustakawan agar
Prenada Media Group
senantiasa membantu kaum muda mengembangkan multipel literasi
yang mereka perlukan untuk bernegosiasi dengan dunia digital. Menarik
dan mengisolasi diri dari perkembangan teknologi jelas tidak mungkin
dilakukan, karena hal itu hanya akan membuat anak-anak muda men-
jadi gaptek dan ketinggalan zaman. Namun memfasilitasi persentuhan
anak-anak muda dengan dunia digital, bagaimanapun tetap membutuh-
kan koridor yang bisa memastikan bahwa mereka tidak akan salah arah
hingga terjerumus menjadi korban dunia digital yang tanpa disadari te-
lah berubah menjadi lautan ganas yang mampu menelan siapa pun yang
tak mempersiapkan diri dengan baik.
DAFtAr PustAKA
Agger, Ben. 2003. Teori Sosial Kritis, Kritik, Penerapan dan Implikasinya.
Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Adlin, Alfathri (Ed.). 2006b. Resistensi Gaya Hidup: Teori dan Realitas.
Yogyakarta: Jalasutra.
AlShaali, S. and Varsney, U. 2005. “On the Usability of Mobile Com-
merce”. Dalam International Journal of Mobile Communications, 3 (1).
Birkerts, S. 1994. The Gutenberg Elegies: The Fate of Reading in an Elec-
tronic Age. Boston, MA: Faber and Faber.
Barker, Chris. 2004. Cultural Studies. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Baudrillard, Jean P. 1983. Simulations. New York: Semiotext (e), Inc.
Baudrillard, Jean P. 2006. Masyarakat Konsumsi. Cetakan Kedua. Yogya-
karta: Kreasi Wacana.
Castells, Manuel. 2000. The Rise Network Society Second Edition. USA, UK,
Australia, Blackwell Publishing.
130

