Page 139 - index
P. 139

BaB 5  |  Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital

            mereka akan mendalami topik khusus itu. Masyarakat juga mengguna-
            kan keyword spotting sebagai strategi untuk melokalisasi informasi yang
            dibutuhkan sebagai cara untuk mengatasi lingkungan informasi yang
            telah overload (Liu, 2008).
                Ketiga,  di era digital ada kecenderungan terjadi peningkatan  one
            time reading dan selective reading. Artinya, dokumen yang dibaca dalam
            sekali waktu (one time reading) terus mengalami peningkatan, tetapi di
        Prenada Media Group
            saat yang sama waktu yang disisihkan untuk membaca terbatas,  dan
            mereka pada umumnya tidak dapat menahan laju pertumbuhan produk-
            si informasi. Secara keseluruhan, persentase dokumen yang dibaca net
            generation atau masyarakat di era revolusi informasi akan semakin kecil,
            tetapi di saat yang bersamaan persentase dokumen yang dibaca hanya
            pada satu waktu tertentu justru menjadi lebih besar. Masyarakat cende-
            rung untuk lebih selektif ketika berhadapan dengan sejumlah besar in-
            formasi. Dalam proses pencarian informasi yang dibutuhkan dan relevan
            dengan kepentingan mereka,  pembaca cenderung untuk menunjukkan
            tingkat selektivitas yang lebih sering dan lebih jelas, di mana itu meng-
            giring pada pemahaman yang lebih parsial namun mendalam (Topping,
            1997, dalam Liu, 2008).
                Keempat,  terjadinya peningkatan nonlinear reading  yang diikuti
            dengan terjadinya penurunan perhatian (sustained attention). Aktivitas
            membaca acap kali dilakukan secara melompat pada beberapa link yang
            berbeda, dan menangkap sebagian kecil informasi kemudian berpindah
            lagi ke link yang lain, tidak hanya merupakan hal yang berbeda namun
            juga pengalaman yang melelahkan.
                Dalam lingkungan dokumen cetak, teks itu sudah pasti dan penga-
            rang menentukan aturan di mana ide itu dipresentasikan. Di hypertext
            memungkinkan kegiatan membaca lebih nonlinier (misalnya,  melom-
            pat-lompat).  Hyperreading  juga memengaruhi sustained attention  dan
            memberi kontribusi untuk lebih membaca secara terfragmentasi, men-
            gingat setiap halaman berkompetisi untuk merebut perhatian dari para
            pembacanya. Birkerts (1994) dan Stoll (1995) menyatakan, bahwa ling-
            kungan digital cenderung mendorong orang untuk menggali lebih ba-
            nyak topik secara ekstensif, namun pada tingkatan supericial (lihat Liu,
            2008).  Dari hasil pengamatan yang dilakukan Thirunarayanan (2003)



                                                                       127
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144