Page 136 - index
P. 136
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
di Texas mengindikasikan bahwa mayoritas (55%) responden memilih
dokumen cetak. Alasan mereka lebih memilih dokumen cetak karena
keengganan mereka bersentuhan dengan computer screen, termasuk di
antaranya ketidaksukaan membaca langsung dengan menggunakan la-
yar komputer, kesulitan dalam navigasi dokumen elektronik, dan akses
di masa mendatang (Tenner dan Yang, 1999).
Akses dokumen elektronik tidak hanya memengaruhi cara-cara me-
Prenada Media Group
reka dalam menggunakan sumber daya tradisional. Di Universitas Ohio,
misalnya, kemampuan penggunaan sumber informasi jurnal elektronik
meningkat menjadi 17,7% selama tahun 1998 dan 2000, ketika penggu-
naan sumber informasi cetak menurun menjadi 8,7% (S. Rogers, 2001).
Laporan yang dirilis oleh Pew Internet & American Life Project (2002),
menemukan bahwa sekitar 73% mahasiswa dilaporkan telah mengguna-
kan internet dibandingkan perpustakaan isik untuk penelitian, dan ha-
nya 9% yang mengatakan bahwa mereka masih mengumpulkan infor-
masi dari cara-cara lama. Bahkan dalam sumber informasi elektronik,
banyak mahasiswa yang kadang menyukai sumber daya elektronik se-
cara keseluruhan karena hanya membutuhkan sedikit saja upaya untuk
bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Kemajuan di bidang teknologi informasi yang menawarkan kesem-
patan mudah dalam proses penemuan informasi telah mengubah pe-
rilaku informasi pencarinya. Hal ini disebabkan TIK telah memunculkan
perubahan dalam representasi pengetahuan dari analog ke digital. Peri-
laku penemuan informasi juga bergantung pada alasan untuk mencari
informasi dan pengetahuan dari individu. Marchionini (1995) menjelas-
kan bahwa perilaku informasi (information behavior) dalam lingkungan
yang berubah menyangkut pengaruh lingkungan elektronik terhadap
proses penemuan informasi ( behavior). Pengaruh
perubahan lingkungan ini memengaruhi perilaku penemuan informasi
seseorang secara mendasar. Proses penemuan informasi di era elektro-
nik menjadi suatu proses yang interaktif, dan salah satunya tergantung
pada inisiatif pencari informasi itu sendiri selain memang karakteris-
tik sentral dari komputer memang interactivity (Marchionini, 1995: 17-
18). Karakteristik inilah yang memunculkan adanya semacam interak-
si di antara manusia dan kemampuan kognitifnya, dan komputer yang
124

