Page 131 - index
P. 131

BaB 5  |  Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital

            balik akses cepat dan luas pada informasi, mereka berpartisipasi dalam
            lingkungan informasi.  Jenkins (2006) menyebutnya fenomena budaya
            partisipatoris,  “budaya di mana penggemar dan konsumer lainnya di-
            undang untuk berpartisipasi secara aktif dalam penciptaan dan sirkulasi
            dari konten baru” (lihat Dresang dan Kyungwon, 2009).
                Pertama, dalam perilaku informasi tipe ketiga, kaum muda umum-
            nya memperoleh akses instan pada ketersediaan informasi yang luas.
        Prenada Media Group
            Net generation  yang disebut juga sebagai now generation,  mereka bu-
            kan saja sangat akrab teknologi informasi,  antara lain melihat google
            sebagai profesor dan selalu tersambung dengan internet,  mereka juga
            menyuarakan segala sesuatu harus “sekarang”, I want it, I want it now.
            Keinginan itu sendiri diungkapkan dengan menyebut pendukungnya
            yakni internet cepat. Berbagai produk yang dihasilkan industri teleko-
            munikasi mobile,  yaitu tools  yang menjadi andalan bagi net generation

            atau now generation  untuk mengakses berbagai informasi dengan cara
            instan dan segera, serta dalam skala yang nyaris tak terbatas. Di google
            saja, misalnya, kaum muda bukan hanya bisa memperoleh berbagai in-
            formasi tentang hobi atau apa yang menjadi kesukaan mereka seketika,
            tetapi lebih dari itu mereka juga bisa meng-update informasi setiap saat
            melalui hubungan jejaring yang mereka kembangkan di antara sesama
            komunitas cyberspace.
                Kedua,  di era digital,  salah satu pola perilaku yang dikembangkan
            kaum muda di dunia maya di antaranya penelusuran, berbagi, dan pen-
            ciptaan informasi secara kolaboratif . Seperti dikatakan Talja dan Han-
            sen (2006), bahwa perilaku informasi kolaboratif terbangun dari “berba-
            gi informasi secara tidak sengaja hingga kolaborasi, pencarian database,
            penyeleksian informasi,  interpretasi,  dan sintesis”  (lihat Dresang dan
            Kyungwon,  2009).  Perilaku informasi kolaboratif telah memberikan
            pencerahan pada bagaimana kaum muda menelusur informasi dengan
            menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung ko-
            laborasi seperti e-mail, wiki, dan video conference. Kaum muda era digi-
            tal berkolaborasi bukan saja untuk memecahkan berbagai permasalah-
            an, melainkan mereka di saat yang sama juga melakukan sirkulasi dan
            berbagi informasi melalui YouTube, podcasting, dan situs bertukar foto.
            Seorang anak muda yang menemukan berita atau gambar yang menarik



                                                                       119
   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136