Page 129 - index
P. 129
BaB 5 | Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital
Ketiga, di kalangan anak muda, kehadiran internet sangat memung-
kinkan bagi mereka untuk menampilkan potret leksibilitas dan multi-
pel identitas dengan cara yang aman. Di era digital, sudah lazim terjadi
anak muda memiliki—apa yang disebut Gee (2006)—sebagai identitas
proyektif yang merujuk pada fusi/gabungan yang terjadi antara pemain
game dan karakter virtual mereka. Jenkins (2006), misalnya, menyatakan
“permainan/game juga salah satu bentuk kontemporer dari budaya kaum
Prenada Media Group
muda populer yang mendorong masyarakat muda memiliki identitas ik-
tif dan melalui proses ini mengembangkan pemahaman yang kaya ten-
tang diri mereka sendiri serta peran sosial mereka” (lihat Dresang dan
Kyungwon, 2009). Di era digital, anak-anak muda umumnya memiliki
kemampuan untuk mengadaptasi berbagai identitas alternatif dengan
tujuan melakukan eksperimen, improvisasi, dan penjajakan performa
baru yang tidak selalu sama dengan kenyataan, bahkan tidak jarang
anak-anak muda itu memiliki identitas multipel.
Bagi anak muda, kehadiran internet yang menawarkan ruang yang
sangat longgar dan peluang untuk menampilkan identitas ganda, tidak
hanya secara isik tetapi juga secara psikologis, ekonomi, politik, dan
sosial. Di dunia maya, anak-anak muda dapat menjadi siapa pun ketika
online, termasuk membangun kesan dan mengungkapkan karakteristik
isikal secara virtual, baik atas dasar gender, ras, usia, maupun proil-
proil yang lain. Dengan kata lain, setiap individu dalam dunia virtual
dapat membelah pribadinya menjadi pribadi yang tidak terhingga ba-
nyaknya, sehingga terjadinya permainan identitas, identitas baru, iden-
titas palsu, identitas ganda, yang bisa saja sama atau berbeda dengan
identitas sosial mereka di dunia nyata.
Keempat, di era digital kaum muda memiliki kesempatan untuk me-
nyerap informasi dari berbagai perspektif, baik yang berkaitan dengan
perbedaan etnik, politik, sosial, maupun kelompok budaya yang berbeda.
Bagi kaum muda, keragaman dan banyaknya perspektif yang bisa mere-
ka akses di dunia maya umumnya menjadi daya tarik tersendiri bagi
mereka untuk menghabiskan banyak waktu melakukan kegiatan online
sembari menaruh perhatian pada berbagai perspektif, lintas geograis,
dan budaya.
Dalam lingkungan digital yang kompleks dan plural ini, kaum muda
117

