Page 134 - index
P. 134
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
pat dilihat secara keseluruhan dibandingkan jika membaca pada layar.
Masyarakat juga lebih memahami dalam mengorganisasi dan memani-
pulasi dokumen kertas, namun jika memanipulasi dokumen elektronik,
itu membutuhkan kemampuan tersendiri.
Suatu studi terbaru yang dilakukan Ramirez (2003) tentang kegiat-
an membaca di National University of Mexico, menemukan bahwa ham-
pir 80% siswa lebih memilih untuk membaca materi cetak yang sudah
Prenada Media Group
didigitalkan agar dapat memahami teks dengan jelas. Hampir 68% dari
responden melaporkan bahwa mereka memahami dan memperoleh
lebih banyak informasi ketika membaca media cetak. Bagaimanapun,
hanya 4% responden yang melaporkan kondisi sebaliknya. Rendahnya
resolusi dari monitor komputer merupakan faktor utama dari seseorang
mencetak dokumen (terutama dokumen yang panjang) untuk dibaca.
Studi yang dilakukan AlShaali dan Varshney (2005) juga menemukan
bahwa membaca dari monitor 30% lebih lambat daripada membaca teks
tercetak. Sementara itu, studi yang dilakukan Murphy et al. (2003) me-
nemukan, bahwa para mahasiswa yang membaca teks online, umum nya
merasa sulit untuk memahami, kurang tertarik, dan para pengarangnya
dinilai kurang kredibel daripada mereka yang membaca teks dalam versi
cetak. Sementara itu, studi eksplorasi yang dilakukan oleh Ismail (2005)
yang mengidentiikasi pola penggunaan e-book di suatu universitas di
Malaysia, menghasilkan kesimpulan bahwa sebagian besar mahasiswa
lebih suka menggunakan versi buku teks. Secara umum, baik pengguna
maupun non-pengguna e-book lebih suka menggunakan buku teks yang
dicetak terutama jika teks itu akan terus digunakan.
Kelompok kedua yang lebih melihat dampak positif teknologi digital
terhadap perilaku membaca, umumnya berpandangan bahwa perubah-
an dari media cetak ke komputer tidak berarti berakhirnya era literasi
itu sendiri, namun literasi terhadap koleksi cetak dan perkembangan
teknologi elektronik memang memberikan jenis buku baru dan cara
baru dalam menulis dan membaca. Media digital berkontribusi terhadap
suatu perubahan transformatif dalam membaca.
Dalam konteks ini ada sejumlah keuntungan yang tidak terdapat
pada dokumen cetak, seperti interactivity, nonlinearity, access dalam
mengakses informasi, dan konvergensi dari teks, gambar, audio, dan vi-
122

