Page 137 - index
P. 137
BaB 5 | Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital
dilengkapi dengan sistem dan program yang mengharuskan manusia
mengoperasionalkannya.
Di era digital seperti sekarang ini, membaca bukanlah aktivitas
tunggal. Membaca merupakan perilaku yang kompleks dan berubah-
ubah. Membaca melibatkan berbagai tujuan yang berbeda dan mem-
butuhkan banyak skill yang berbeda pula dalam menangani dokumen.
Di era digital, kegiatan membaca masyarakat biasanya diawali dengan
Prenada Media Group
kegiatan browse dan menemukan banyak hal secara kebetulan. Selain
itu, kegiatan scanning (suatu pola membaca yang diasosiasikan dengan
dokumen cetak) dilakukan tidak hanya berarti untuk mengetahui lokasi
informasi pada suatu dokumen, namun juga untuk mendapat sense dari
keseluruhan teks.
Karena diperlukan proses pencarian informasi terlebih dahulu se-
belum melakukan kegiatan membaca, di era digital masyarakat membu-
tuhkan lebih banyak waktu untuk membaca. Dua faktor utama yang ber-
kontribusi pada meningkatnya waktu membaca: ledakan informasi dan
perkembangan teknologi digital. Dokumen digital mudah untuk dicari,
dan juga memberikan lebih banyak kesempatan untuk dapat mengakses
lebih banyak informasi. Sebagai contoh, suatu dokumen di web memiliki
rata-rata sembilan link (Almind dan Ingwersen, 1997, dalam Liu, 2008).
Ini artinya bahwa ketika seorang user mengakses suatu dokumen web,
dia di saat yang sama memiliki kesempatan untuk mengakses sembilan
dokumen yang lain. Masalah lain yang perlu diperhatikan di sini yaitu
bahwa masyarakat dihadapkan dengan isi dan variasi informasi. Secara
lebih perinci, berikut pola perilaku membaca yang acap kali muncul di
era digital.
Pertama, screen based reading. Meningkatnya mekanisasi cetak da-
lam banyak hal telah mendorong terjadinya perubahan pola perilaku
membaca, dari membaca intensif ke membaca ekstensif. Sebelum ada nya
teknologi digital, masyarakat membaca secara intensif. Mereka hanya
memiliki beberapa buku untuk dibaca dan mereka membaca berulang
kali. Di era digital, masyarakat mulai membaca sesuatu secara ekstensif,
mereka membaca semua materi, terutama terbitan berkala dan koran,
dan berpindah dari satu item ke item yang lain (Darnton, 1989, dalam
Liu, 2008).
125

