Page 133 - index
P. 133

BaB 5  |  Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital

            memengaruhi sikap kritis mereka, tetapi juga partisipasi anak-anak mu-
            da itu dalam komunitas yang lebih luas, termasuk dalam aktivitas sosial-
            politik sebagai bagian dari masyarakat madani.
                Menurut hasil kajian yang dilakukan Dresang dan Kyungwon (2009),
            anak-anak muda di era digital umumnya memiliki ketertarikan yang
            luar biasa untuk mengembangkan peran sebagai warga negara yang
            peduli kepada berbagai isu sosial-politik,  seperti menjadi relawan so-
        Prenada Media Group
            sial, menjadi bagian dari warga masyarakat konsumen yang peduli ke-
            pada keamanan produk industri, dan mengembangkan keterlibatan yang
            mengagumkan dalam berbagai kegiatan sosial, mulai ketidakadilan pada
            lingkungan hingga ekonomi di arena lokal dan global.  Aktivitas online
            kaum muda mulai dari blogging; hingga permintaan dan memprotes ke-
            giatan bermain, pengemar, hiburan, dan situs konsumen; hingga parti-
            sipasi dalam semacam situs The Community Information Corps,  Tole-
            rance.org, Taking IT Global, dan Free The Planet! (L.W. Bennet, 2008b;
            Montgomery, 2008, dalam Dresang dan Kyungwon, 2009).


            F.  PerIlAKu memBAcA Net geNerAtIoN DI erA DIgItAl
                Bagaimanakah sebenarnya dampak teknologi digital pada perkem-
            bangan minat dan perilaku membaca masyarakat? Dalam hal ini,  ada
            dua kelompok yang menyikapi dan menjawab pertanyaan ini secara
            berbeda. Pertama, kelompok yang beranggapan bahwa teknologi digital
            mengancam perkembangan perilaku membaca.   Kedua,  kelompok yang
            menyatakan bahwa teknologi digital hanya mengubah sifat aktivitas
            membaca.
                Kelompok pertama umumnya berpandangan bahwa kehadiran me-
            dia digital yang bersamaan dengan fragmentasi hypertext  justru akan
            mengancam keberlanjutan kegiatan membaca dan mengurangi kemam-
            puan anak muda untuk membaca. Studi yang dilakukan McKnight (1997)
            menemukan bahwa orang-orang umumnya tidak suka untuk membaca
            dari layar/screen. Mereka memilih untuk mencetak dokumen elektronik
            agar dapat dibaca. McKnight berpendapat bahwa tren dalam menyusun
            dokumen elektronik dalam format PDF juga mengurangi minat sese-
            orang untuk membaca di layar dan mendorong untuk melakukan cetak
            dokumen. Masyarakat cenderung untuk mencetak dokumen karena da-



                                                                       121
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138