Page 132 - index
P. 132
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
dan berpotensi memicu tawa di antara mereka, jangan heran jika dalam
hitungan detik kemudian hal itu telah menyebar ke berbagai komunitas
dalam cyberspace, entah dalam bentuk foto, video digital, atau yang lain.
Ketiga, dengan dukungan perangkat TI yang makin canggih dan ke-
mampuan anak-anak muda mengeksplorasi dunia maya, maka dalam
tipe ketiga perilaku informasi yang terjadi kemudian yaitu pembentuk an
tipe jaringan sosial baru. Tidak sedikit anak muda yang mengembang-
Prenada Media Group
kan kolaborasi dengan sesama anggota komunitas di cyberspace, sehing-
ga menampilkan ailiasi dalam komunitas online formal dan informal
seperti Facebook dan MySpace. Zhou dan Stahl (2007b), menyatakan
bahwa anak-anak pada komunitas online terlibat dalam aktivitas pene-
lusuran dan berbagi informasi (lihat Dresang dan Kyungwon, 2009).
Ito et al. (2008)—sebagaimana dikutip Dresang dan Kyungwon
(2009)—menjelaskan terdapat dua tipe partisipasi online pada kaum
mu da: (1) dikendalikan oleh hubungan pertemanan; dan (2) partisipasi
yang didorong oleh minat. Jaringan sosial yang dikendalikan oleh hu-
bungan pertemanan mencerminkan jaringan lokal mereka. Adapun hu-
bungan kelompok online yang didorong oleh minat umumnya karena
kepentingan untuk membentuk struktur guna memperlebar lingkaran
so sial individu menurut minat mereka masing-masing”.
Dengan dukungan jejaring dan hubungan di antara sesama ke lom -
pok online, maka anak-anak muda akan lebih berpeluang untuk ber-
hubungan dengan rekan-rekannya (peer) untuk saling berbagi keter ta-
rikan pada berbagai hal, entah apakah itu permainan online, kreativitas
dalam penulisan, editing video, atau hal-hal artistik lainnya. Dengan
didukung jaringan online ‘yang didorong oleh minat,’ kaum muda sering
kali lebih mudah untuk menemukan rekan (peer) baru di luar komunitas
lokal mereka selama ini.
Menurut Dresang (1999), kaum muda di era digital merumuskan tiga
genre partisipasi guna mendeksripsikan mode keterlibatan kaum muda
dengan media baru, yaitu hanging out, messing around, dan geeking out.
Masing-masing bergantung pada perbedaan derajat komitmen pada ke-
terlibatan media.
Keempat, implikasi dari intensitas persentuhan anak muda de-
ngan berbagai ragam informasi dan jejaring di dunia maya, tidak ha nya
120

