Page 135 - index
P. 135

BaB 5  |  Komunitas Cyberspace, Net Generation, dan Perilaku Informasi di Era Digital

            deo. Berbeda dengan buku teks konvensional yang monoton, statis, sepi,
            serius, dan terbatas, serta cenderung menjadikan pembaca masuk dalam
            proses psikolinguistik yang soliter (hanya secara personal), bacaan digi-
            tal umumnya akan menjadikan membaca lebih dinamis, lebih interaktif,
            lebih visual, bahkan auditory.
                Pengalaman membaca di lingkungan digital,  dalam banyak kasus
            cenderung sensuous, interaktif, dan menyenangkan, karena bacaan digi-
        Prenada Media Group
            tal menjadikan sejumlah pengaruh audiovisual yang dapat diintegrasi-
            kan secara leksibel dalam cara yang menarik dan kreatif. Graik animasi,
            efek suara,  pidato digital dan synthesized,  dan video full-motion  dapat
            dik                impresif,
            menarik, dan dinamis.
                Studi yang dilakukan Dilevko dan Gottlieb (2002) menemukan bah-
            wa di kalangan pengguna perpustakaan di universitas Toronto,  ketika
            mahasiswa memulai tugas dan esai, mereka lebih memilih untuk meng-
            gunakan sumber informasi elektronik, sedangkan sumber informasi tra-
            disional (seperti buku dan jurnal cetak) masih menjadi komponen kru-
            sial dalam penelitian mereka karena reliabilitas dan aksesibilitas sumber
            informasinya masih bersifat permanen. Sementara itu, survei yang dila-
            kukan pada mahasiswa oleh M. Rogers (2001) mengindikasikan bahwa
            62% di antara mereka memilih sumber informasi elektronik dibanding-
            kan dengan versi cetaknya. Tidak berbeda dengan Liew, Foo, dan Chen-
            nupati (2000) yang telah melakukan survei terhadap 83 mahasiswa yang
            menemukan bahwa mayoritas mahasiswa (73%) lebih memilih jurnal
            elektronik dibandingkan jurnal cetak. Alasan yang banyak dikemukakan
            oleh mereka yaitu bahwa dalam format elektronik terdapat sumber in-
            formasi tambahan, kapabilitas pencarian, ketersediaan dan kemudahan
            untuk bisa diakses.
                Studi yang telah dilakukan Sathe, Grady, dan Giuse (2002) melapor-
            kan bahwa mahasiswa cenderung lebih menyukai jurnal elektronik,
            dengan melihat kelebihan yang dimiliki oleh jenis sumber jurnal elek-
            tronik ini. Mudah diakses, mudah untuk dicetak, dan mudah untuk di-
            cari. Namun di sisi lain, sebagian responden mahasiswa lainnya menilai
            bahwa kelebihan jurnal cetak yang bisa segera dibaca karena memiliki
            gambar yang lebih baik.  Survei di antara anggota di Universitas A&M



                                                                       123
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140