Page 126 - index
P. 126

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

                Keempat, kebiasaan baru kelompok net generation untuk menelusur
            informasi secara nonlinier dan nonsekuens.  Berbeda dengan pola pe-
            rilaku informasi yang bersifat linier, di mana literatur dirancang untuk
            dibaca selangkah demi selangkah, progresif satu arah, dan sebagai suatu
            situasi di mana apa yang terjadi berikutnya berkaitan dengan apa yang
            terjadi sebelumnya. Dalam perilaku penelusuran informasi yang nonli-
            nier dan nonsekuen, seseorang ketika membaca atau melacak informasi
        Prenada Media Group
            tidak selalu dalam logika membuka informasi halaman per halaman
            secara berurutan, tetapi ia dapat melacak informasi de-ngan meloncat-
            loncat secara tak beraturan, karena perangkat teknologi informasi me-
            mang memungkinkan mereka melakukan hal itu.
                Kelima,  di kalangan net generation,  salah satu karakteristik yang
            menandai mereka yaitu tumbuhnya kecenderungan untuk mengem-
            bangkan penentuan diri dan pengontrolan arah/cara dalam perilaku
            informasi mereka.  Dalam hal ini,  kehadiran  hypertext  memungkinkan
            dan membiarkan kaum remaja untuk selalu bisa memilih dan mengklik
            pada apa yang menjadi pilihan mereka dan apa yang mereka hendak
            eksplorasi. Di kalangan remaja di era digital, sudah lazim terjadi mereka
            biasanya akan menelusur dengan cara mereka sendiri dan menciptakan
            sekuennya yang personal.
                Seperti dikatakan Dresang (1999), bahwa hypertext memberi pilihan
            bagi masyarakat dan juga menekankan pada kekayaan pola nonlinier
            yang tidak disangka, yang menarik bagi sebagian besar kaum muda era
            digital. Penelitian etnograi terbaru dengan kaum muda era digital yang
            dilakukan Ito et al.  (2008)—sebagaimana dikutip Dresang dan Kyung-
            won (2009)—melaporkan bahwa masyarakat muda ini sering mengeta-
            hui “arah mereka sendiri pada informasi yang relevan dengan meng-
            amati lingkungan sekitar dengan bantuan mesin pencari serta bentuk
            eksplorasi online lainnya.”
                Kaum muda era digital dalam banyak hal lebih menyukai memiliki
            kebebasan untuk memilih dan menentukan sendiri apa yang mereka
            hendak cari di dunia maya. Meski mungkin mereka berasal dari sekolah
            yang sama, memiliki jenis kelamin yang sama, dan pada usia yang sama,
            ternyata hal itu sama sekali tidak menentukan homogenitas selera me-
            reka dalam menelusur informasi.  Bahkan sebaliknya,  masing-masing



            114
   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131