Page 124 - index
P. 124

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            terpecahkan layaknya ilm sekuel yang ending-nya justru menimbulkan
            pertanyaan daripada jawaban.
                Dresang dan Kyungwon, lebih lanjut juga menemukan bahwa per-
            ubahan dalam literatur kaum muda di era digital, dalam perkembangan-
            nya kemudian ternyata menyebabkan terjadinya pula perubahan peri-
            laku informasi kaum muda, yang dalam istilah teori Perubahan Radikal
            meliputi tipologi perilaku informasi: Tipe Satu: Perubahan Bentuk dari
        Prenada Media Group
            Penelusuran Informasi dan Pembelajaran (aspek kognitif dari penelu-
              informasi).      P    P
            nilai negosiasi). Tipe Tiga: Perubahan Batasan (akses informasi dan pe-
            nelusuran pada komunitas).

            1.  tipe satu: Perubahan Bentuk Penelusuran Informasi
               dan Pembelajaran
                Dresang dan Kyungwon (2009) mengatakan, bahwa akibat perubah an
            radikal pada literatur menyebabkan perubahan pada cara berpikir kaum
            muda.  Dalam tipe pertama perilaku proses dan penelusuran informasi
            kaum muda umumnya bersifat interaktif, tidak hanya menerima infor-
            masi secara pasif, dan melibatkan suatu rasa kontrol yang tinggi. Secara
            garis besar, beberapa karakteristik yang menandai tipe pertama perilaku
            informasi kaum muda ini sebagai berikut: (a) memperoleh informasi
            melalui berbagai sumber media; (b) memperlihatkan suatu preferensi
              inf          multitasking; (d) penelusuran
            informasi secara nonlinier dan nonsekuen; dan (e) mengembangkan pe-
            nentuan diri dan pengontrolan arah.
                Pertama,  di kalangan kaum muda yang termasuk net generation,
            mereka umumnya secara aktif berinteraksi dengan perubahan sumber
            informasi dan menciptakan suatu sinergi.  Seperti dikatakan Jenkins
            (2006), bahwa dalam budaya konvergen, yakni membaurnya media lama
            dan baru,  merupakan “suatu situasi keberadaan multiple system media
            di mana konten media mengalir secara cepat pada mereka.” Dikatakan
            Jenkins bahwa masyarakat sekarang “menjadi pemburu,  mengumpul-
            kan dan menyatukan informasi dari berbagai sumber guna membentuk
            sintesis baru” (Jenkins, 2006, dalam Dresang dan dan Kyungwon, 2009).
            Literatur konvensional, dan berbagai literatur di era digital, dalam ke-
            nyataan bukan saling meniadakan,  melainkan menjadi berbagai sum-


            112
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129