Page 147 - index
P. 147
Bab 6
teori sosial Postmodern
Prenada Media Group
ostmodernisme sesungguhnya merupakan teori sosial baru yang
akar kelahirannya bisa dilacak jauh ke belakang hingga 1930-an,
Patau minimal dari kemunculan gerakan seni yang bermula di New
York pada 1960-an. Kemudian menyebar ke Perancis yang dipelopori oleh
Jean-Francois Lyotard dan Julia Kristeva, dan kembali ke Amerika Serikat
sebagai suatu teori sekaligus mencirikan perkembangan suatu zaman
baru: era postmodern (Ritzer & Smart, 2011: 616). Kekecewaan terhadap
Marxisme dan krisis yang terjadi pada negara-negara sosialisme—teruta-
ma runtuhnya blok Soviet pada tahun 1989—serta persoalan kemiskinan
dan pengangguran yang tak kunjung menghilang (Ritzer, 2010: 61) bukan
saja memicu kemunculan kritik terhadap kegagalan proyek modernitas,
melainkan juga melahirkan berbagai teori sosial postmodern sebagai
k baru. T me-
rupakan tahun kebangkitan teori postmodern, dan terus berkembang
hingga kini dengan segala kontroversi yang menyertainya.
Perry Anderson (2008) menyatakan, kalau dirunut ke belakang ge-
rakan intelektual postmodern sesungguhnya yaitu berasal dari ranah se-
jarah, ilsafat dan estetika, tetapi kemudian langsung meluas ke dalam
ilmu pengetahuan sosial, khususnya sosiologi dan kajian-kajian budaya.
Dalam perkembangan teori sosial, postmodern merupakan perspektif
tersendiri yang menawarkan banyak hal baru, yang berbeda dengan teo-
ri-teori sosial yang lain, terutama teori sosial klasik dan modern. Teori
sosial postmodern dibutuhkan dan muncul karena teori sosiologi klasik

