Page 148 - index
P. 148

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            dan modern dinilai tidak lagi mampu menjelaskan reali tas kontemporer,
            dan teori postmodern dibutuhkan untuk membantu menjelaskan kon-
                      c    luas,
            kebingungan dan kesemrawutan teoretis dan kegelisahan publik yang
            terus bermunculan.  Seperti dikatakan Bauman (1988),  sebagai suatu
            era atau kondisi kontemporer masyarakat, postmodernisme merupakan
            salah satu aspek dalam sistem sosial yang mampu hidup dan siap ter-
        Prenada Media Group
            bang,  yang sudah mulai menggantikan masyarakat kapitalis modern
            “klasik,” sehingga perlu diteorisasikan denga n bahasanya sendiri yang
            khas; yang tidak terjebak pada grand narrative  teori yang sudah ada,
                          kontekstual.
                Sebagai suatu pemikiran,  postmodernisme merepresentasikan re-
            ak si para teoretikus ilmu sosial terhadap berbagai keburukan moderni-
            tas dan kelemahan teori sosial klasik dan modern.  Postmodernisme
            pada hakikatnya yaitu bentuk post-liberalisme atau hiperliberalisme
            (Turner,    19).        alternatif,  postmodernis-
                        k
            pendek (ephimeral); merupakan gaya, tren dan citra yang terwujud me -
            lebihi substansi dan makna (Jones,  2009: 224).  Seperti diakui Kellner
            (1983),  postmodernisme sering dikaitkan dengan suatu masyarakat di
            mana gaya hidup konsumen dan konsumsi massa mendominasi cita rasa
            dan gaya.  Postmodernisme merupakan suatu era baru perkembangan
            kapitalisme akhir dan masyarakat kontemporer yang membutuhkan
            penjelasan baru pula, yaitu teori-teori sosial postmodern.
                Para pendukung postmodernisme secara terbuka menyerang mo-
            dernisme sebagai wacana hegemonik,  struktur kontrol,  dan dominasi
            di mana disiplin ilmu dirumuskan melalui rasionalitas belaka. Apa yang
            ditawarkan postmodernisme antara lain keragaman,  radikalisme dan
            eklek tisisme, yaitu bentuk keterbukaan dan kesediaan postmodern un-
            tuk se nantiasa menyapa berbagai perspektif dan disiplin ilmu, sehing-
            ga  menjanjikan  penjelasan  yang  lebih  kontekstual  dan  komprehensif.
            Meskipun postmodern sebagai suatu gerakan intelektual lebih banyak
            disatukan oleh apa yang ditentangnya daripada oleh apa yang diper-
              (Turner,    425),      kebebasan,
            untuk melawan berbagai bentuk kepongahan status quo, dan fokus per-



            136
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153