Page 151 - index
P. 151
BaB 6 | Teori Sosial Postmodern
menawarkan konsep bentuk asimetris, ambigu, naratif, simbolis, ter-
piuh, penuh kejutan dan variasi, ekuivokal, penuh ornamen, metafora,
serta akrab dengan alam. Doktrin bentuk mengikuti fungsi dibalik men-
jadi fungsi mengikuti bentuk.
Pada kurun waktu tahun 1960-an, muncul tulisan tentang post-
modernisme dengan artikulasi dan pemihakan yang lebih jelas. Da lam
dunia sastra, Ihab Hassan (1971) dan Susan Sontag (1964/1967) menya-
Prenada Media Group
takan mulai bangkitnya dunia sastra yang selama ini terdiam. Sontag
baru,
yang lebih terbuka menerima keberagaman gaya dan bentuk, serta tidak
lagi menuntut penghormatan terhadap seniman dan karya seni. Hassan
(1971) dalam esainya yang terkenal Postmodernism: A Paracritical Biblio-
graphy memperlihatkan karakter anarki postmodern.
Selama rentang waktu 1960 sampai 1970-an, perbincanga n tentang
postmodernisme mulai masuk ke dunia arsitektur. Diruntuhkannya ba-
ngunan perumahan Pruitt Igoe, St. Louis, Missouri, yang memiliki karak-
ter arsitektur modern (arus arsitektur international style yang dipelopori
Mies van der Rohe) menandai lahirnya pemikiran arsitektur postmodern-
isme. Arsitektur postmodern membawa tiga prinsip dasar, yakni konteks-
tualisme, alusionisme, dan ornamental. Prinsip kontekstualisme berarti
adanya pengakuan bahwa gaya arsitektur suatu bangunan selalu merupa-
kan bagian fragmental dari suatu gaya arsitektur yang lebih luas. Prinsip
alusionisme berarti adanya keyakinan bahwa arsitektur selalu merupakan
tanggapan terhadap sejarah dan kebudayaan. Sementara prinsip orna-
mental berarti pengakuan bahwa bangunan merupakan media pengung-
kapan makna-makna arsitektural (lihat Bertens, 1995: 57-61).
Charles Jencks, yang diakui sebagai mahaguru arsitektur postmo-
dern, dalam bukunya The Language of Postmodern Architecture (1977),
juga menyebut beberapa atribut konsep arsitektur postmodern. Bebera-
pa atribut tersebut antara lain metafora, historisitas, eklektisisme, regio-
nalisme, ad hocism, semantik, perbedaan gaya, pluralisme, sensitivis me,
ironisme, parodi, dan tradisionalisme. Lebih lanjut arsitektur postmodern ,
menurut Jencks juga memiliki sifat-sifat hibrida, kompleks, terbuka, ko-
lase, ornamental, simbolis, dan humoris. Jencks juga menyatakan bahwa
konsep arsitektur postmodern ditandai oleh suatu ciri yang disebutnya
139

