Page 156 - index
P. 156

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

                Meski menggunakan kata-kata yang berbeda,  tetapi Wittgenstein
                 Nietz    Heidegger,        k
            pemahaman yang universal tentang makna.  Pluralisme makna dalam
            ba hasa yaitu sumbangan pemikiran Wittgenstein dalam perkembanga n
            teori sosial postmodern.
                Menekankan pluralitas dan relativitas dalam bahasa merupakan
                f
        Prenada Media Group
            landas an bagi perkembangan teori sosial postmodern. Bila Wittgenstein
            menyatakan perbedaan makna bahasa terjadi karena perbedaan sistem
            yang memiliki aturan yang berbeda, Ferninand de Saussere menyatakan
            ba hasa atau tepatnya kata-kata tidak netral,  tetapi relasional.  Makna
            suatu sistem tanda dihasilkan oleh hubungan perbedaan (relation of dif-
            ference), sehingga arti kata menjadi relatif bagi intensi pengguna dan
            konteks di mana kata-kata digunakan. Dalam pandangan Saussere, kata-
            kata dapat dan tidak harus memiliki arti yang tetap, konstan, sebab kata-
            kata yang sama bukan tidak mungkin memiliki makna yang berbeda jika
            penggunanya berbeda dan konteksnya juga berbeda.
                Bila para ilsuf eksistensialis seperti Heidegger meyakini kehadir-
            an merupakan suatu tanda,  maka Jacques Derrida justru membongkar
            (mendekonstruksi) cara berpikir kaum eksistensialis dengan menya-
            takan bahwa tandalah—atau bekas-bekas yang merupakan tandalah
              men   kehadiran.            post-struk-
            turalisme,  Derrida mengembangkan pemikiran yang berbeda dengan
              struk               memfokus-
            kan pada pembicaraan.  Derrida lebih menaruh perhatian pada tulisan
            dan men ciptakan grammatology. Derrida mengkritik strukturalisme yang
            me ngatakan bahwa arti berada dalam teks. Arti teks dalam pandangan
            Derrida tergantung siapa yang menjadi pembaca, di mana makin banyak
            pembaca berarti makin banyak pula arti teks.
                Jacques Derrida membongkar logosentrisme,  dan dikenal sebagai
                memperk      dekonstruksionisme.    ber-

            hierarkis,        meny      cen-
                to          pusat,    liyan,
            marginal, tersisih harus disubordinasikan di dalamnya. Dengan melaku-



            144
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161