Page 159 - index
P. 159

BaB 6  |  Teori Sosial Postmodern

            tidak lebih dari individu yang lahir dan diciptakan oleh multiplisitas
            kekuasaan melalui disiplin,  normalisasi dan regulasi,  pengakuan dan
            penguasaan diri (Sahal,  1994: 16-17).  Dua sumbangan Foucault bagi
            perkembangan teori postmodern antara lain: Pertama,  keberhasilan-
            nya menyingkap mitos-mitos modernisme yang menampilkan dirinya
            seba-gai kebenaran absolut,  yang universal,  namun sebenarnya palsu.
            Kedua,  keberpihakannya terhadap persoalan yang selama ini ditindas
        Prenada Media Group
            oleh rasonalitas modern, yakni berbagai tema yang selama ini tersisih
            dan tertindas, seperti rumah sakit, penjara, barak-barak tentara, sekolah,
            pabrik,  pasien,  seks,  orang gila dan para kriminal,  agar lebih didengar
            dan diperhatikan (lihat juga O’Farrell, 2006).
                Pemikiran Richard Rorty sedikit banyak sama dengan pemikiran
            Wittgenstein, yakni memahami makna kata-kata dalam konteks relasio-
            na l.  Hanya  bedanya,  Rorty  sebagai  seorang  ilsuf  neopragmatis  juga
            memahami bahasa bukanlah suatu representasionis, melainkan nonre-
            presentasionis.  Kepercayaan dan bahasa hanyalah alat untuk menun-
            tun orang bertindak. Kebenaran bukan apa yang secara teoretis benar,
            melain kan  apakah  itu  berfungsi  dalam  koherensinya  dengan  sistem
            kepercayaan yang menyeluruh. Tidak ada kosakata yang sifatnya inal.
            Akibat ketidak samaan pandangan dan ketidakpastian kebenaran pan-
            dangan,                  Kellner,  2001).
            Pengaruh Rorty pada perkembangan teori postmodern dapat dilacak
                            peneri-

                      k  (  philoso-
            phy), di mana tujuannya bukan untuk menemukan suatu jawaban, me-
            lainkan hanya menjaga percakapan keilmuan terus berlangsung (Ritzer,
            2010: 62-63).
                Secara konseptual, sumbangan dari para ilsuf dan teoretisi di atas
            terhadap perkembangan teori sosial postmodern mungkin saja berbeda-
            beda. Namun demikian, benang merahnya yaitu pada substansi pemikir-
            an para tokoh di atas yang menekankan pada pluralisme, relativitas, dan
            ketiadaaan kebenaran tunggal yang dominan, di mana itu semua kemu-
            dian dikembangkan dan menjadi fondasi bagi perkembangan teori sosial
            postmodern dalam menentang modernitas dan mengkritik kegagalan
            proyek modernitas.



                                                                       147
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164