Page 162 - index
P. 162

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            dikategorikan sebagai trivial, artinya segala sesuatunya selalu diwarnai
            dekonstruksi dan dianggap tidak mengandung pengertian/makna. Post-
            modernisme merupakan suatu kondisi masyarakat yang tidak mempu-
            nyai format dan bentuk yang statis dan sesuai dengan ketentuan-keten-
            tuan yang selama ini dipakai.
                Postmodern yaitu metode analisis kritis yang mencoba membongkar
            mitos dan anomali paradigma modernitas, membuka ironi, intertekstu-
        Prenada Media Group
            alitas, dan paradoks; mencoba menemukan suatu teori masyarakat post-
            modern dan menggambarkannya dalam realitas sosial yang ada dalam
            masyarakat kontemporer Barat dewasa ini (Featherstone, 1988). Secara
            singkat dapat dikatakan bahwa teoretisi postmodern menawarkan inter-
            mediasi dan determinasi, perbedaan (diversity) daripada persatuan (uni-
            ty), perbedaan daripada sintesis, dan kompleksitas daripada simpliikasi
            (Rosenau, 1992: 8). Karakter yang sering disuarakan postmodern antara
            lain pluralisme,  heterodoks,  eklektisisme,  keacakan,  pemberontakan,
            deformasi,  dekreasi,  disintegrasi,  dekonstruksi,  pemencaran,  perbedaan,
            diskontinuitas,  dekomposisi,  dedeinisi,  demistiikasi,  delegitimasi,  ser-
                (Bertens,    44).
                Di era postmodernisme,  berbagai hal yang menandai masyarakat
            modern—seperti rasionalisasi, komodiikasi, diferensiasi, dan individu-
            alisasi—mengalami akselerasi peningkatan yang luar biasa,  sehingga
              hiperrasionalisasi,  hiperkomodiikasi,  hiperdif
            hiper-individualisasi.      k  keputusan-kepu-
            tusan politik dan usaha yang serius dibuat dengan bantuan-bantuan pe-
            nasihat personal dan spiritual, yang semuanya didukung oleh informasi
            dan data yang akurat untuk melakukan prediksi dan antisipasi. Hiper-
            komodiikasi ditandai oleh proses perluasan dari hubungan-hubungan
            komoditas hingga jauh melampaui apa-apa yang secara tradisional
            membentuk transaksi-transaksi pasar, sehingga membawa ranah-ranah
            yang sebelumnya tidak terkomodiikasi—misalnya pengetahuan, citra,
            gaya, hubungan keluarga, pemujaan—ke orbit hubungan-hubungan pa-
            sar. Sementara itu, hiperdiferensiasi muncul sebagai perkembangan dari
            berbagai spesialisasi,  gaya hidup dan pandangan-pandangan ke dalam
                k  terk    k
            yang tidak dapat diprediksi dan pencangkokan, misal munculnya bidang



            150
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167