Page 165 - index
P. 165
BaB 6 | Teori Sosial Postmodern
terutama di tahap awal perkembangan pemikirannya. Dalam salah satu
bukunya Economie Libiidinale (1974), Lyotard menyatakan bahwa yang
menjadi landasan politik di era masyarakat postmodern bukanlah eko-
nomi-politik, melainkan ekonomi libidinal (Lechte, 2001: 372).
Secara garis besar perkembangan pemikiran Lyotard dapat dibagi
k Kellner, 146-180). T
pertama, ketika Lyotard masih terlibat intens dalam gerakan politik kiri
Prenada Media Group
di Perancis, dan muncul sebagai ilsuf yang berpikiran Marxis. Tahap
kedua, ketika Lyotard mulai meninggalkan Marx dan Frued, dan lebih
banyak mengembangkan pemikiran Nietzsche yang mementingkan
k nafsu. Nietzsche, Lyo
kasih,
perbudakan dan kelembekan yang mengakibatkan hilangnya potensi
kemanusiaan. Dalam pandangan Lyotard, keinginan manusia (human
desire) merupakan salah satu kata kunci untuk memahami manusia.
T ketiga, k Lyo
Wittgenstein, terutama teori tentang permainan bahasa. Pada tahap ini
terjadi pergeseran pemikiran Lyotard, karena ia justru mengritik Marxis-
me, dan menyatakan bahwa Marxisme merupakan produk historis yang
notabene yaitu produk pemikiran Pencerahan. Tahap keempat, masa
ketika Lyotard mulai meninggalkan Nietzsche. Lyotard di tahap ini tidak
lagi berbicara tentang tubuh, keinginan, dan intensitas bahasa, tetapi
f k pok ilsafat.
Dalam bukunya Differend (1988), Lyotard mengembangkan ilsafat frasa
yang menekankan arti penting metaisika subjek. Pemain atau subjek,
menurut Lyotard disituasikan oleh frasa. Dalam tahap ini, Lyotard ba-
nyak dipengaruhi pemikiran Wittgenstein dan menekankan arti penting
perbedaan (difference), memberi kesempatan kepada diskursus minoritas,
dan menonjolkan pluralitas penalaran—bukan kesatuan penalaran.
Lyotard, dalam ilsafat postmodern yang ia gagas menyerang mitos
yang melegitimasi zaman modern (narasi besar), pembebasan progresif
humanitas melalui ilmu, dan gagasan bahwa ilsafat dapat memulihkan
kesatuan untuk proses memahami dan mengembangkan pengetahuan
yang secara universal valid untuk seluruh umat manusia (Sarup, 2008:
205). Pertanyaan kunci yang hendak dijawab Lyotard dalam bukunya
153

