Page 168 - index
P. 168

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            objektivitas pengalaman dan bukti-bukti yang teramati serta terukur,
                        c
              (Haryanto,    319).    k  ini,    ilsa-
                dik  Lyo          Jac
            Derrida yang pada 1968 pernah mengusulkan istilah difference dan me-
            nyatakan bahwa perbedaan merupakan prototipe dari hal-hal yang tetap
            berada di luar lingkup pemikiran metaisis Barat (Lechte, 2001: 171). Me-
        Prenada Media Group
            lalui gagasannya yang terkenal, dekonstruksi, Derrida juga menggugat
            narasi besar sebagaimana dilakukan Lyotard, karena dengan melakukan
            dekonstruksi  akan  dapat  dilakukan  releksi  terhadap  wacana  maupun
            teks-teks yang dianggap sebagai narasi besar (grand narration). Seperti
            Lyotard,  Derrida  juga  mengkritik  ilsafat  Barat  yang  dinilainya  terlalu
            logosentris, atau lebih mengutamakan bahasa lisan atas tulisan.
                Fokus utama Lyotard yaitu fungsi naratif dalam wacana dan penge-
            tahuan ilmiah. Ia tidak tertarik membicarakan pengetahuan ilmiah dan
            prosedurnya  untuk  memperoleh  klaim  legitimatifnya.  Di  era  modern,
            yang namanya pengetahuan menjadi operasional hanya jika ilmu pe-
                k      inf    k
            perkembangan masyarakat post-industrial  yang bertumpu pada siber-
            netika (Lyotard, 2009: 42-43). Dalam pandangan Lyotard, pengetahuan
            ilmiah memainkan peran sentral dalam emansipasi gradual  kemanu-
            siaan. Dengan cara ini, ilmu pengetahuan mengasumsikan status meta-
            naratif, mengorganisasi dan memvalidasi narasi-narasi lain tentang cara
            terbaik mencapai pembebasan manusia. Akan tetapi sejak Perang Dunia
            II, klaim Lyotard, kekuatan legitimatif status ilmu pengetahuan sebagai
            metanaratif perlu diragukan. Ilmu pengetahuan tidak lagi merintis ke-
            majuan hakikat kemanusiaan menuju pengetahuan absolut dan kebe-
            basan mutlak, bahkan kemajuan ilmu pengetahuan yang menjadi bagian
            dari proyek modernitas justru menghancurkan manusia itu sendiri. Me-
            minjam istilah Foucault, Lyotard di sini jelas menggugat ilmu pengeta-
            huan yang telah mengalami penundukan oleh dan untuk manusia, serta
            terhadap manusia itu sendiri dalam bingkai kekuasaan. Foucault, dalam
            gagasannya tentang genealogi kekuasaan,  menyatakan tidak ada yang
            namanya ilmu pengetahuan yang netral, karena ilmu pengetahuan ses-
            ungguhnya selalu bias pada kepentingan kekuasaan.  Sebagai seorang



            156
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173