Page 172 - index
P. 172
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
ilsafat postmodern mengkritik penge tahuan universal, tradisi metaisik,
fondasionalisme, dan modernisme pada umumnya.
Di era postmodern modus penetapan dan legitimasi ilmu pengeta-
huan atas dasar sains yang mentotalisasi sebagaimana dikembangkan
lagi. Lyotard,
sains terbukti hanyalah salah satu permainan bahasa (language game)
di antara banyak permainan, hanyalah satu jenis pengetahuan di antara
Prenada Media Group
aneka jenis pengetahuan lainnya. Oleh karena itu modus legitimasi pe-
ngetahuan dengan narasi besar di bawah satu ide untuk menciptakan
satu kebenaran tunggal (totalisasi sistem pemikiran atau homology) ha-
rus diganti dengan paralogy, yaitu pengakuan akan aneka macam narasi
kecil (little narrative) dan sistem pemikiran plural (Lyotard, 1989: xxv).
Akibat perkembangan teknologi informasi, prinsip kesatuan onto-
logis yang selama ini mendasari ide dasar ilsafat modern—menurut
Lyotard—sudah tidak lagi relevan dengan realitas kontemporer. Prinsip
homology yang mengemuka di era masyarakat modern, menurut ilsuf
postmodern harus dideligitimasi oleh paralogy pluralitas. Tu-
juannya agar kekuasaan oleh ilmu pengetahuan tidak lagi jatuh pada
sistem totaliter yang totaliter dan pro status quo. Para ilsuf postmodern
umumnya alergi terhadap sistem yang totaliter dan mendominasi, kare-
na tidak membuka ruang bagi munculnya argumentasi dan kebenaran
berbeda-beda.
Paralogy lebih memungkinkan untuk menganalisis kondisi masya-
rakat postmodern yang telah kehilangan narasi besarnya seperti ra-
sionalisme, empirisme, materialisme, idealisme, kapitalisme, dan so-
sialisme. Realitas tidak bisa disatukan di dalam suatu kerangka besar,
karena setiap unsur yang ada bekerja dengan logikanya sendiri, dan se-
tiap unsur bermain satu sama lain dengan bahasa masing-masing. Inilah
permainan bahasa atau language game yang ujung-ujungnya menyebab-
kan pluralisme menjadi logika postmodern.
Di era masyarakat post-industrial, Lyotard mengakui adanya domi-
nasi yang luar biasa dari technoscience—ilmu pengetahuan dan tek-
nologi—dalam kebudayaan masyarakat. Namun demikian, dominasi
teknologi yang luar biasa itu, menurut Lyotard sering kali justru malah
memperburuk keadaan, menciptakan krisis—bukan malah mengurangi-
160

