Page 174 - index
P. 174
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
gerakan renaissans atas renaissans atau pencerahan atas pencerahan
yang mendominasi era masyarakat modern. Dua hal yang dikritik secara
tajam oleh ilsafat postmodern yaitu fondalisme dan representasional-
isme yang merupakan inti pemikiran ilsafat modernitas.
Seperti diketahui, modernisme di bidang ilsafat yaitu gerakan pe-
mikiran dan gambaran dunia tertentu yang awalnya terinspirasi oleh
Descartes, Penc (Enlightenment/
Prenada Media Group
Aufklarung) dan mengabadikan dirinya hingga abad ke-20 melalui domi-
nasi sains dan kapitalisme (Sugiharto, 1996: 29). Dalam pandangan il-
suf modern, ilsafat berpusat pada epistemologi, yang bersandar pada
gagasan tentang subjektivitas dan objektivitas murni, yang satu sama
berkaitan. T pok ilsafat,
f pengetahuan, pok
k objektif.
P postmodern, Lyotard,
modern karena dinilai merupakan bentuk dari imperialisme kultural-
epistemologis, di mana rasionalitas-positivisme diklaim sebagai satu-
satunya cara untuk melahirkan kebenaran dalam ilmu pengetahuan.
Proyek modernitas yang mengedepankan kemajuan, emansipasi—mem-
bebaskan manusia dari kemiskinan dan kebodohan—, diarahkan oleh
narasi-narasi besar, serta mengejar ide yang harus diwujudkan, sering
ujung-ujung-
nya justru dinilai hanya melahirkan pengekangan, kekakuan, bahkan
masyarakat, perang, pembantaian,
dan lain sebagainya.
Apa yang terjadi di era masyarakat modern yang dikendalikan oleh
rasionalitas, menurut Lyotard justru menghancurkan rasionalitas itu
sendiri. Lyotard yang mengkritik ilsafat Hegel—yang menyatakan se-
gala sesuatu yang riil yaitu rasional, dan segala yang rasional yaitu riil—,
membuktikan bahwa di era masyarakat modern banyak kejadian justru
tidak dapat dimengerti dan karena itu melawan proyek totalisasi gaya
Hegel. post
fragmentasi dan hilangnya kesatuan—di mana kisah besar telah tergan-
tikan oleh kisah kecil atau mikrologi yang tidak mungkin digabungkan
dalam satu kesatuan yang menyeluruh.
162

