Page 179 - index
P. 179

BaB 6  |  Teori Sosial Postmodern

            syarakat  post-industrial  yang  ditandai  oleh  membanjirnya  informasi-
            media dan pemikiran Mazhab Frankfurt tentang kebudayaan kapitalisme
            akhir. Perkembangan budaya konsumen pop yang makin memasyarakat
            di era postmodernisme, dan terjadinya revolusi informasi media, penye-
            baran ide dan perkembangan hubungan pasar yang makin mengglobal
            yaitu hal-hal yang menjadi fokus kajian Crook untuk menjelaskan karak-
            teristik  masyarakat  postmodernisme  yang  nihilistik.  Menurut  Crook,
        Prenada Media Group
            ketergantungan postmodernisme pada monisme reduksionis atau mo-
              f          (Ritz    Smart,
            2012: 626).
                Menurut Crook, kehadiran era posmodernisme cenderung melahir-
            kan ketidakpastian yang luas dan masalah tentang keteraturan sosial.
              hiperkomodiikasi,  hiperdiferensiasi,    hiperrasionalisasi,
            menyebabkan masyarakat mau tidak mau dihadapkan pada itensitas
            dan kemampatan dunia kehidupan yang berbeda dengan era masyarakat
            modern.  Alih-alih menawarkan kepastian dan kenyamanan,  kehadiran
              perk            melahir-
              k      masyarakat.  P    ini,
                            risik    di-
            hadapi masyarakat tatkala mereka harus mengalami proses individuali-
            sasi di tengah kehidupan yang makin mengglobal—yang sesungguhnya
            makin tidak pasti.
                Berbeda  dengan  Jameson  dan  Stephen  Crook  yang  melihat  post-
            modern sebagai kesinambungan dari perkembangan modernisme, Jean
            Baudrillard adalah teoretisi postmodern yang memiliki pandangan yang
            tegas tentang keterpisahan antara modernitas dan postmodernitas.

                    epistemologi,
            mengkaji kebudayaan dan menyatakan bahwa kebudayaan Barat dewasa
            ini yaitu suatu representasi dari dunia simulasi,  yakni dunia yang ter-
            bentuk dari hubungan dari berbagai tanda dan kode secara acak, tanpa
            referensi realisional yang jelas. Hubungan ini melibatkan tanda riil (fak-
            ta) yang tercipta melalui proses produksi, serta tanda semu (citra) yang
            tercipta melalui proses reproduksi (Hidayat, 2012: 55). Dalam pandang-
            an Baudrillard, realitas di era postmodernisme tidak lagi memiliki refe-



                                                                       167
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184