Page 177 - index
P. 177

BaB 6  |  Teori Sosial Postmodern

            kapitalisme, yang terjadi budaya tidak lagi otonom, tetapi telah beranjak
            ke suatu ledakan kebudayaan yang ditandai oleh ekspansi budaya yang
            luar biasa ke seluruh ranah sosial—suatu cultural dominant  (Jameson,
              59-92).      Jameson,
            adalah karakter multinasionalnya dan meningkatnya cakupan proses
            k    k
            masyarakat modern.
        Prenada Media Group
                Secara garis besar,  unsur-unsur yang mendasari karakter kapital-
            isme akhir (late capitalism), sebagaimana dikatakan Jameson antara lain:
            Pertama, masyarakat postmodern yaitu suatu simulacrum, yaitu dicirikan
            oleh  superisialitas  dan  tidak  adanya  kedalaman.  Kedua,  melemahnya
                afeksi.      postmodern,      terfragmentasi,
            af              impersonal.  Ketiga,
            hilangnya historisitas dan muncullah pastiche atau racikan dari berbagai
            macam gagasan, yang kadang-kadang membingungkan dan saling ber-
            tentangan tentang masa lalu.  Keempat,  dominasi teknologi reproduksi
            yang menggantikan teknologi produksi.  Kehadiran media elektronik,
              tele    k  c          mela-
            hirkan produk budaya yang berbeda dengan teknologi di era modern
                  mengembang.  Kelima,
            di mana bermacam-macam dorongan kultural tetap hidup dan masing-
            masing harus menentukan jalan mereka sendiri (Jameson, 1984: 66-67).
                Teoretisi  postmodern  yang  memiliki  pemikiran  yang  kurang  lebih
            sama dengan Jameson mengenai relasi antara modernitas dan postmo-
            dernitas yaitu Stephen Crook. Dalam pandangan Crook, postmodernisme
            yaitu bentuk dan dampak dari akselerasi perubahan dari proses inti mod-
            ernisasi. Jadi, sama seperti Jameson, Crook memandang era postmodern
            adalah proses kesinambungan dari modernisasi,  di mana yang terjadi
            semata-mata yaitu  peningkatan akselerasi perubahan dan bukan tero-
            bosan sosio-historis yang radikal. Bila di masyarakat modern yang terjadi
            yaitu proses komodiikasi, diferensiasi, dan mengemukanya rasionalisa-
            si,  maka di era masyarakat postmodernisme,  yang muncul yaitu  hiper-
            komodiikasi,  hiperdiferensiasi,    hiperrasionalisasi.
                    pemikirannya,
            menggunakan terminologi dari Daniel Bell tentang perkembangan ma-



                                                                       165
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182