Page 182 - index
P. 182

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            bergerak tanpa dapat dikontrol. Menurut Giddens, tiga proses esensial
            dalam modernitas antara lain pemisahan, pembongkaran, dan releksi-
            vitas (Giddens, 2005: 183-205).
                Giddens, secara perinci mengemukakan beberapa faktor penyebab
            me nga pa terjadi ketidaknyamanan akibat juggernaut modernitas. Perta-
            ma, kesalahan rancangan di dalam dunia modern. Kedua, kegagalan ope-
            rator atau siapa yang melaksanakan dunia modern. Ketiga, konsekuensi
        Prenada Media Group
            tidak disengaja atau yang tidak dapat diramalkan. Keempat, relek sivitas
            pengetahuan sosial (Giddens, 2005: 22-72). Giddens dan Beck melihat
            modernitas radikal sebagai suatu struktur sosial modern yang kompre-
            hensif, namun di saat yang sama telah membawa pada terjadinya frag-
            mentasi kebudayaan dan suatu pertumbuhan individualisasi.
                Menurut Beck,  ketika masyarakat terlepas dari norma yang stabil
            dan ikatan sosial yang kuat, maka yang terjadi kemudian mereka meng-
            alami individualisasi yang menyebabkan mereka harus menghadapi
            banyak risiko kehidupan tanpa adanya panduan dari otoritas yang ma-
            pan,  dan dalam isolasi sosial mereka mengalami kecemasan dan keti-
            dakamanan yang terus bertambah. Beck menyebut masyarakat berisiko
            sebagai ben  tuk tertinggi modernitas (lihat Beck, 1992: 127-138; Smith et
            al., 1999). Beck melihat kemunculan dan penyebaran risiko atau bahaya
            di ma syarakat terjadi karena hasil dari struktur ekonomi dari modernitas
            yang radikal dan distribusi kemakmuran yang belum merata. Proses per-
            ubahan yang terjadi di masyarakat modern, menurut Beck yaitu muncul-
            nya individualisasi di satu sisi, dan di sisi lain munculnya risiko dalam
            kehidupan yang makin berat.  Akibat individulisme,  masyarakat meng-
            hadapi banyak risiko tanpa adanya panduan dari otoritas yang mapan,
            dan dalam isolasi sosial masyarakat biasanya akan menghadapi risiko
            yang makin besar; ketidakamanan dan kecemasan yang bertambah.
                Di era modernitas, masyarakat atau penduduk tidak lagi disosiali-
            sasikan ke dalam sebuah komitmen atau penerimaan terhadap struktur
            sosial nasional yang stabil dan kuasi-permanen,  tetapi—sebagaimana
            dikatakan Bauman—terjadi individualisasi eksistensi manusia ketika
            ikatan kemasyarakatan melemah dan individu dibebaskan untuk meng-
            atasi atau menghadapi konsekuensi dari era global yang terdisorganisasi
            (lihat Urry, 2000: 21-142; Urry, 2003: 68-72).



            170
   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187