Page 181 - index
P. 181

BaB 6  |  Teori Sosial Postmodern

            tarik berbagai hal yang tidak lebih dari permainan dan bermacam ritual
            yang superisial; tidak bermakna, remeh, dan tanpa kedalaman, namun
            justru itulah yang membelenggu konstruksi cara berpikir masyarakat
            konsumen.
                Dalam masyarakat postmodernitas, masyarakat mengonsumsi pro-
            duk  isik  maupun  berbagai  simbol,  makna  dan  gambaran  kebudayaan
            yang mendeinisikan konsumsi tersebut (Scott, 2012: 322). Sistem per-
        Prenada Media Group
            iklanan menjadikan produk sebagai objek keinginan,  dan masyarakat
            berhasrat mengonsumsi suatu produk lebih dikarenakan merek atau
                      tersebut.      memen-
            tingkan apa yang disimbolkan oleh suatu objek tentang diri dan kehi-
            dupan mereka.  Jadi,  berbeda dengan Marx yang menyatakan nilai dari
            suatu komoditas bagi seorang konsumen terbangun dari kegunaan ma-
            terial dan nilai moneternya,  Baudrillard lebih melihat nilai guna pro-
            duk pada pengakuan dan reputasi yang diperoleh konsumen ketika me-
            ngonsumsinya. Sistem kebutuhan dan sistem produk dipadukan menjadi
            suatu sistem penandaaan yang mendeinisikan produk dalam cara-cara
            tertentu, yang menarik minat konsumen untuk senantiasa mengonsum-
            sinya (lihat Baudrillard, 2002: 41-58).


            F.  teoretIsI “PostmoDerN” yANg meNolAK lABel
               PostmoDerN
                Ada empat teoretisi sosial, yakni Zygmunt Bauman, Scott Lash, Ul-
            rich Beck, dan Anthony Giddens yang semula dikelompokkan ke dalam
            teoretisi postmodern, tetapi kemudian menakar kembali penetapan dan
            identiikasi diri mereka dengan cara menawarkan konsep yang berbeda,
            seperti modernisasi yang mudah berubah (Bauman),  vitalisme (Lash),
            modern akhir,  modernitas yang teradikalkan dan modernitas tinggi
            (Giddens),        (Beck).

            eksistensi teori sosial modern,  tanpa harus meninggalkannya untuk
            kemudian menyerahkan pada teori postmodern guna menjelaskan per-
            kembangan realitas sosial yang makin mengglobal. Giddens melihat mo-
            dernitas sebagai suatu proses yang bergerak sangat cepat melewati ru-
            ang dan waktu, semacam juggernaut modernitas yang bisa saja tiba-tiba


                                                                       169
   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186