Page 169 - index
P. 169

BaB 6  |  Teori Sosial Postmodern

            pemikir postmodern, Foucault digambarkan memiliki sikap anti-kema-
            panan, anti-kemutlakan, anti-keseragaman, dan anti-inalis—suatu si-
            kap yang sesungguhnya sama seperti diperlihatkan Lyotard (lihat Rabi-
            now, 2005).
                Masyarakat komputerisasi—yakni masyarakat di era post-industri-
            al—merupakan sebutan yang diberikan Lyotard untuk menunjuk gejala
            per kembangan masyarakat Barat di era revolusi informasi yang dikuasa i
        Prenada Media Group
            teknologi  informasi  dan  sibernetika  menuju  ke  tahap  the information
            technology era.  Masyarakat Quebec,  Kanada yang diteliti Lyotard yaitu
            masyarakat yang telah berkembang jauh melewati tahap modernisme,
                          postmo-
                        informasi,    kompu-
            ter dan internet, termasuk berbagai gadget yang dari hari ke hari terus
            berkembang pesat.  Masyarakat postmodernitas bukanlah sekadar ma-
            syarakat yang rasional dan selalu mengandalkan rasio untuk memahami
            kebenaran, melainkan ia merupakan gambaran dari perkembangan ma-
            syarakat yang telah mencapai tahap lebih lanjut yang sekarang ini sering
            disebut sebagai era digital.
                Dengan hadirnya teknologi informasi yang makin canggih, menurut
            Lyotard  (2009)  prinsip-prinsip  produksi,  konsumsi,  dan  transformasi
            yang berkembang di masyarakat post-industrial telah mengalami revolu-
            si yang sangat radikal. Penggunaan tenaga manusia yang makin terba-
            tas pada sektor ekonomi, pelipatan ruang dalam dunia telekomunikasi
            yang makin meniadakan hambatan ruang dan waktu, percepatan peng-
            olahan  data  dan  informasi  yang  mampu  mengubah  bahkan  mema ni-
            pulasi realitas sosial yang nyata dan tidak nyata menjadi makin baur,
            penyebaran pengetahuan dan kekuasaan secara pervasive merupakan be-
            berapa konsekuensi dari perkembangan teknologi informasi yang tidak
            terhindarkan di era masyarakat postmodernitas,  yang pada akhirnya
            melahirkan berbagai perubahan baru yang luar biasa.
                Dengan melihat realitas dan sifat transformatif masyarakat kompu-
            terisasi yang lebih terbuka, majemuk, plural, dan demokratis, Lyotard se-
            lanjutnya menyatakan bahwa kebenaran yang dibawa oleh narasi-narasi
            besar (grand narratives) modernisme sebagai metanarasi kini telah ke-
            hilangan legitimasinya. Hal ini terjadi, menurut Lyotard, karena dalam



                                                                       157
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174