Page 163 - index
P. 163

BaB 6  |  Teori Sosial Postmodern

                       tabel 10. Perbedaan modernisme dan Postmodernisme

                        Modernisme                    Postmodernisme
              Rasionalisasi yaitu perubahan dalam teknologi   Hiperrasionalisasi, di mana keputusan-keputusan
              intelektual, cara berpikir yang dominan, dari yang   politik dan usaha yang serius dibuat dengan
              bersifat meniru (tradisional) ke yang relektif dan   bantuan-bantuan penasihat personal dan spiritual.
              kalkulatif (rasional). Muncul dorongan yang kuat
              untuk menggunakan perhitungan yang relektif
              dan sistematis dalam pengertian efektivitas/
              eisiensi dan mengikuti standar yang telah
        Prenada Media Group
              ditetapkan.
              Komodiikasi progresif, melibatkan benda,   Hiperkomodiikasi, mengakibatkan perluasan dari
              ide, kualitas, dan tenaga manusia dalam   hubungan komoditas hingga jauh melampaui apa
              proses pertukaran (jual beli) pasar sehingga   yang secara tradisional membentuk transaksi pasar,
              meningkatkan alienasi atau keterasingan. Terjadi   sehingga membawa ranah yang sebelumnya tidak
              komodiikasi tenaga buruh dan komodiikasi   terkomodiikasi (misalnya pengetahuan, citra, gaya,
              budaya.                       hubungan keluarga, pemujaan) ke orbit hubungan
                                            pasar.
              Diferensiasi sosial dan integrasi sebagai   Hiperdiferensiasi muncul sebagai perkembangan
              pembentuk pembagian kerja modern. Modernisasi   dari berbagai spesialisasi, gaya hidup, dan
              identik dengan meningkatnya kompleksitas sosial,   pandangan ke dalam fragmen yang kemudian
              integrasi organik, dan maraknya kultus individu.  terkombinasi lagi ke dalam satu mode yang
                                            tidak dapat diprediksi dan pencangkokan (misal
                                            munculnya bidang yang multidisipliner, gaya hidup
                                            sinkretik, dan multimedia).
              Individualisasi, di mana setiap kelompok dan   Hiper-individualisasi yang mengakibatkan terjadinya
              asosiasi dalam jaringan sosial yang kompleks   pergeseran budaya (nilai normatif), di mana setiap
              melahirkan identiikasi yang spesiik, tetapi   orang diharapkan menunjukkan kemampuan untuk
              parsial: identitas yang sifatnya individual.  menilai dan memilih, membentuk kehidupan mereka
                                            secara sadar dan bertujuan.
            Sumber: Bryan Turner, Teori Sosial, dari Klasik Sampai Postmodern (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012).


            yang multidisipliner,  gaya hidup sinkretik,  multimedia,  dan lain-lain.
            Sedangkan munculnya hiper-individualisasi, mengakibatkan terjadinya
            pergeseran  budaya  (nilai  normatif)  di  mana  setiap  orang  diharapkan
            menunjukkan kemampuan untuk menilai dan memilih, membentuk ke-
            hidupan mereka secara sadar dan bertujuan.
                Di era postmodern, perubahan yang terjadi di masyarakat, khusus-
            nya di bidang informasi dan pengetahuan, bukan hanya menyebabkan
            ruang dan waktu menjadi nisbi,  melainkan juga menyebabkan batas-
                    kabur,  relatif,        nihilistik.
            Berbagai proses yang menyusun modernitas: commodiication, diferen-
            siasi,  organisasi  dan  rasionalisasi  mengalami  intensiikasi  dan  makin
            masuk ke dalam pusaran modernitas, sehingga efeknya menghasilkan



                                                                       151
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168