Page 158 - index
P. 158
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
tabel 9. tokoh-tokoh Akar Pemikiran teori sosial Postmodern.
Tokoh Kata Kunci Tesis Pokok
Friedrich Dialektika dan Tidak ada kebenaran mutlak. Yang ada yaitu
Nietzche Nihilisme interpretasi, sehingga moral pun tidaklah universal.
Bahasa semata-mata interpretasi.
Martin Hermeneutik, Hakikat realitas bukan hanya ditentukan objektivitas
Heidegger verstehen, onto-teologi penafsiran, melainkan subjektivitas penafsir juga.
Pengertian yaitu suatu proses, suatu peristiwa yang
Prenada Media Group
berkesinambungan (eksistensialis).
Ludwig Permainan bahasa Bahasa menggambarkan dunia, dan ini
Wittgenstein (language games), berhubungan dengan pemikiran, pengetahuan
makna dan bahasa itu sendiri. Tidak ada kebenaran dan
pemahaman yang universal tentang makna, karena
yang ada yaitu keanekaragaman (pluralisme) arti
dan konteks.
Ferdinand Bahasa, relation of Bahasa tidak netral, tetapi relasional. Makna
de Saussere difference, konteks suatu sistem tanda dihasilkan oleh hubungan
perbedaan, sehingga arti kata menjadi relatif bagi
intensi pengguna dan konteks di mana kata-kata
digunakan.
Jacques Teks, differance, Tanda sesungguhnya mendahului kehadiran. Teks
Derrida difference, mental senantiasa mengandung differance (penundaan)
signiied dan difference (perbedaan). Teks bukanlah sesuatu
yang otonom, absolut, dan hanya berlaku dalam
sistem yang tertutup dan dalam deinisi yang tetap,
melainkan dalam jaringan yang luas, dan selalu
luwes, terbuka, dan berubah terus-menerus.
Michel Genealogi kekuasaan, Kekuasaan dan pengetahuan modern telah
Foucault sensualitas, menciptakan dominasi terhadap kemanusiaan
archeology of yang akibatnya dapat diidentiikasi dalam masalah
knowledge, kegilaan kejiwaan, pengobatan, serta kesehatan, hukuman
dan peradaban dan kejahatan. Kemunculan kontra-ilmu (modern)
seperti psikoanalisis, linguistik, dan etnologi,
manusia diturunkan takhtanya dan ditafsir
sebagai akibat dari bahasa, kesintingan, dan
ketidaksadaran.
Richard Rorty Representasionis, Bahasa bukanlah suatu representasionis,
nonrepresentasionis, melainkan nonrepresentasionis. Kepercayaan
bahasa, kosakata dan bahasa hanyalah alat untuk menuntun orang
bertindak. Kebenaran bukan apa yang secara
teoretis benar, melainkan apakah itu berfungsi
dalam koherensinya dengan sistem kepercayaan
yang menyeluruh. Tidak ada kosakata yang sifatnya
inal. Akibat ketidaksamaan pandangan dan
ketidakpastian kebenaran pandangan, titik pandang
itu bersifat relatif.
146

