Page 155 - index
P. 155
BaB 6 | Teori Sosial Postmodern
teratur, serta memahami hal itu sebagai bentuk kesemrawut an, aforistik
daripada narasi besar yang diciptakan modernitas.
Dalam pandangan Nietzche, dialektika dan nihilisme merupakan
penyebab kehancuran modernitas. Nietzche menyatakan sumber kehan-
curan rasionalisme Pencerahan yaitu pada proses dielektikanya, yang
ketidakpastian. k mutlak,
yang ada yaitu interpretasi. Bahasa semata-mata merupakan interpre-
Prenada Media Group
tasi, sehingga hubungan antara bahasa dan kebenaran menjadi relatif.
Bahasa bersifat plural, sehingga konsekuensinya kebenaran dan inter-
pretasi juga menjadi plural (lihat Robinson, 1999: 39-53). Pemikiran
Nietzche yang mengedepankan pluralitas dan relativisme inilah yang
kemudian men jadi salah satu landasan pemikiran postmodernisme yang
mengambil sikap oposan terhadap universalisme.
Sementara itu, Martin Heideger adalah seorang pemikir eksistensi-
alis abad ke-20 yang menyatakan bahwa dunia yaitu sesuatu yang kon-
tekstual dan relatif, di mana hakikat realitas bukan hanya ditentukan
objektivitas penafsiran, melainkan subjektivitas penafsir juga. Penger-
tian yaitu suatu proses, suatu peristiwa yang berkesinambungan (eksis-
tensialis). Sama seperti Nietzche, pemikiran Heidegger cenderung me-
nekankan relativisme. Hanya saja Heidegger melihat relativisme ter jadi
dalam kaitannya dengan ciri khas temporal-verbal dari bahasa dalam
memberikan pemahaman tentang dunia yang kontekstual dan re la-
sional. Heidegger, identii-
objektif, ber-
k Heidegger, 1976).
Wit memo-
pulerkan analisis tentang permainan bahasa (language games). Sama
Heidegger, Wit bahasa. Menu-
rut Wittgenstein, bahasa menggambarkan dunia, dan ini berhubungan
dengan pemikiran, pengetahuan, dan bahasa itu sendiri. Tidak ada ke-
benaran dan pemahaman yang universal tentang makna, karena yang
ada yaitu keanekaragaman (pluralisme) arti dan konteks. Setiap peng-
gunaan bahasa terjadi dalam sistem terpisah yang masing-masing me-
miliki peraturan sendiri-sendiri yang berbeda layaknya suatu permainan
yang memiliki aturan tersendiri (lihat Curry, 1991).
143

