Page 154 - index
P. 154

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            ba gai ilsuf pionir postmodern, karena buku yang ditulisnya The Postmo-
            dern Condition (diterbitkan pertama kali tahun 1979 dan kemudian di-
            terjemahkan ke dalam bahasa Inggris tahun 1984) merangkai secara
                 postmodern,    postmodern,        ma-
            syarakat post-industrial menjadi satu rangkaian kajian ilsafat postmo-
            dern. Bagi Lyotard, ilsafat postmodern intinya yaitu ketidakpercayaan
            terhadap  metanarasi  (Lyotard,  1984:  xxiv).  Dalam  aliran  il safat  post-
        Prenada Media Group
            modern, Lyotard disebut-sebut termasuk ilsuf dalam kubu dekonstruktif
            bersama dengan tokoh-tokoh lain, seperti Derrida, Faucault, dan Rorty.
            Berbeda  dengan  kubu  konstruktif  atau  revisioner,  se per ti  Heidegger,
            Gadamer, dan Ricoeur, (Sugiharto, 1996: 16), yang melihat postmodern
            hanyalah kritik imanen yang hendak mengo reksi berbagai aspek kemod-
            ernan, kubu dekonstruktif seperti Lyotard justru menyatakan gagasan
            dasar  seperti  ilsafat,  rasionalitas,  dan  epistemologi  harus  dipertan-
            yakan kembali secara radikal.


            B.  AKAr-AKAr PemIKIrAN teorI sosIAl PostmoDerN

                Sebagai suatu teori sosial, postmodern menempuh perjalanan yang
            sangat panjang. Di tengah kehadiran teori sosial postmodern yang ma-
            kin populer,  akar pemikiran teori sosial postmodern sebenarnya bisa
                              khu-
                perk          terfragmentasi,
            pluralistik,  dan senantiasa mencari bentuk yang tak kunjung berakhir.
              tokoh,      Nietzche,    Heidegger,
            Wittgenstein, Ferdinand de Saussere, Jacques Derrida, Michel Foucault,
            dan Richard Rorty adalah nama-nama yang kerap kali disebut ketika
            hendak melacak akar pemikiran teori sosial postmodern.
                Friedrich Nietzche sering kali diakui para ahli ilmu sosial sebagai
                          postmodern.  Nietzs-
            che,  diakui sebagai orangtua teori postmodern (Ritzer & Smart,  2011:
            624).      ilsuf,    Nietz
            memengaruhi perkembangan postmodernisme, tetapi juga perkembang-
            an teori poststrukturalisme. Nietzche sendiri disebut Ritzer (2010: 41)
            antisosiologi karena melihat kemajuan dan pencerahan dalam masyara-
            kat modern sebagai dekadensi,  kepayahan,  dan relimitasi cara hidup


            142
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159