Page 49 - index
P. 49
Bab 3
ruang Publik, civil society,
dan Digital Natives:
Perspektif jürgen habermas
Prenada Media Group
i era masyarakat post-industrial, perubahan sosial yang terjadi
di Indonesia bukan hanya menyentuh performance kelas elite
Dpolitik dan reformasi penyelenggaraan pemerintahan yang le-
bih terdesentralisasi, melainkan perubahan gaya hidup dan perilaku
sosial juga terjadi pada masyarakat luas—terutama kalangan generasi
muda yang selama ini menjadi pionir dan agen perubahan. Anak-anak
muda yang dalam proses perubahan dan gerakan reformasi sering kali
menjadi bagian dari kekuatan civil society yang militan, kini ada kesan kuat
telah bergeser. Sebagai bagian dari generasi yang sejak kecil dibesarkan
dan sangat terbiasa dengan teknologi informasi dan komunikasi berbasis
digital, yang berkembang di kalangan digital natives saat ini justru sikap
dan perilaku yang secara politis acap kali konservatif, sebaliknya secara
ekonomis justru radikal untuk terus mengonsumsi berbagai tawaran
baru produk industri budaya.
Anak-anak muda yang disebut-sebut sebagai kaum digital natives,
alih-alih berkomitmen dan terlibat aktif dalam gerakan pemberdayaan
masyarakat marginal dan reformasi politik, yang terjadi di berbagai kota
besar di Indonesia, mereka saat ini disinyalir lebih sering menjadi ba-
gian dari leisure class yang menampilkan gaya hidup santai, hedonis,

