Page 89 - index
P. 89

BaB 4  |  Informasionalisme, Network Society, dan Perkembangan Kapitalisme ...

            citra virtual, di dunia fantasi, tempat penampakan-penampakan bukan
            hanya di layar melalui mana pengalaman dikomunikasikan, melainkan
            mereka menjadi pengalaman (Scott, 2012: 371).
                Menurut Bauman, masyarakat modern kontemporer umumnya akan
            selalu dihadapkan dengan pengharapan yang divergen dan saling ber-
            tentangan, di mana masing-masing orang dibebaskan dari suatu kekua-
            saan yang bersifat memaksa. Mereka harus aktif membuat kehidupan-
        Prenada Media Group
            nya sendiri,  memilih dari dalam suatu “supermarket  identitas”.  Tidak
            lagi menjadi suatu persoalan bagaimana mencapai identitas, tetapi yang
            menjadi soal yaitu identitas mana yang akan dicapai. Di era masyarakat
            modern likuid (liquid modernity), individualisasi telah mentransformasi-
            kan identitas manusia dari identitas yang ditentukan menjadi identitas
            yang diinginkan (Scott, 2012: 347). Bauman, juga menyatakan bahwa ke-
            hidupan yang cair yaitu kehidupan yang mengonsumsi. Dengan pikiran
            yang kurang lebih sama, Bell juga menyatakan bahwa di era masyarakat
            post-industrial,  konsumerisme telah menggantikan etika kerja sebagai
            landasan bagi identitas dan integrasi sosial. Castells sendiri tidak secara
            khusus membahas dampak dan bagaimana perilaku ekonomi masyara-
            kat yang timbul di era post-industrial. Tetapi, Castells menyatakan bah-
            wa akibat globalisasi ekonomi yang melahirkan globalisasi risiko, maka
            peran negara menjadi makin tidak berbdaya, terutama ketika mengha-
            dapi kekuatan perusahaan global yang telah berubah menjadi perusa-
            haan informasional yang berjejaring.

                Para teoretikus modernitas kontemporer,  dalam banyak hal me-
            mang bersikap pesimistis dan sepakat melihat perkembangan moder-
            nitas yang dihela perkembangan pengetahuan dan informasi sebagai
            se suatu yang makin dominan, dan bahkan Giddens menyatakan makin
            tak terkendali seperti juggernaut.  Tetapi,  di antara teoretikus moder-
            nitas kontemporer,  Alan Touraine dan Manuel Castells termasuk ahli
            yang mencoba menawarkan jalan keluar untuk melawan hegemoni dan
            dominasi kapitalisme.  Touraine,  misalnya menyatakan bahwa perla-
            wanan yang dikembangkan universitas dan mahasiswa terhadap post-
            industrialisme dan kekuasaan teknokrasi akan melahirkan proses de-
            modernisasi. Touraine menyatakan tugas politik yang krusial dari kelas
            subordinat dalam masyarakat post-industrial, yaitu bagaimana mengge-



                                                                        77
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94