Page 87 - index
P. 87

BaB 4  |  Informasionalisme, Network Society, dan Perkembangan Kapitalisme ...

            operator atau siapa yang melaksanakan dunia modern.  Ketiga,  konse-
            kuensi-konsekuensi tidak disengaja atau yang tidak dapat diramalkan.
            Keempat, releksivitas pengetahuan sosial (Ritzer, 2012: 942). Giddens
            dan Beck melihat modernitas radikal sebagai suatu struktur sosial mo-
            dern yang komprehensif, namun di saat yang sama telah membawa pada
            terjadinya fragmentasi kebudayaan dan suatu pertumbuhan individua-
            lisasi.  Dalam network society,  Castells menyatakan era itu yaitu masa
        Prenada Media Group
            transisi dari yang bersifat komunal menjadi individual (Nasrullah, 2012:
            134).  Dalam komunitas cyberspace,  masing-masing individu memiliki
            peran yang jauh lebih besar melalui ikatan sosial yang terkadang me-
                        k
            sebagai me-centered networks. Sementara itu, menurut Beck, ketika ma-
            syarakat terlepas dari norma yang stabil dan ikatan sosial yang kuat,
            maka yang terjadi kemudian mereka mengalami individualisasi yang
            menyebabkan mereka harus menghadapi banyak risiko kehidupan tanpa
            adanya panduan dari otoritas yang mapan, dan dalam isolasi sosial me-
            reka mengalami kecemasan dan ketidakamanan yang terus bertambah.
            Beck menyebut masyarakat berisiko sebagai bentuk tertinggi modernitas
            (Scott, 2012: 338-339).
                Berbeda dengan era masyarakat sebelumnya yang lebih banyak di-
            topang integritas teritorial—di mana keterbatasan menyiasati ruang
            menjadi problema tersendiri—dalam masyarakat post-industrial,  me-
            nurut Beck, semua itu menjadi lebih cair sehingga struktur sosial yang
            ada menjadi kurang mampu memaksa dan membatasi mereka yang
            hidup di tempat-tempat tertentu. Masyarakat atau penduduk tidak lagi
            disosialisasikan ke dalam suatu komitmen atau penerimaan terhadap
            struktur sosial nasional yang stabil dan kuasi-permanen, tetapi—seba-
            gaimana juga dikatakan Bauman—terjadi individualisasi eksistensi ma-
            nusia ketika ikatan kemasyarakatan melemah dan individu dibebaskan
            untuk mengatasi atau menghadapi konsekuensi dari era global yang ter-
            disorganisasi (Scott, 2012: 359).
                Pada masyarakat informasional, Castells tidak secara khusus mem-
            bahas terjadinya proses individualisasi yang melahirkan risiko yang ma-
            kin besar di masyarakat, namun demikian ia mengakui bahwa di era ma-
            syarakat post-industrial telah terjadi perubahan dari kebudayaan massa



                                                                        75
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92