Page 82 - index
P. 82
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
rasi dalam wilayah hampa. Sirkuit ini menghubungkan kompleksitas
produksi, manajemen, dan informasi secara teritorial, meskipun mak-
na dan fungsi dari kompleksitas tersebut tergantung pada koneksinya
dalam aliran jaringan. (2) Keterhubungan teknologi ini bersifat materi,
yakni tergantung pada fasilitas telekomunikasi/transportasi khusus, dan
pada keberadaan serta kualitas sistem informasi, bahkan untuk wilayah
geograi yang sangat berbeda. (3) Makna dari “ruang” muncul seperti
Prenada Media Group
makna bagi “waktu”. Lebih jauh, konsep ini juga telah mampu menggi-
ring ke arah pengembangan suatu pemikiran lebih lanjut yang bersifat
futurology, seperti “penghapusan ruang”, dan “akhir dari kota”, sehingga
diperlukan upaya mengkonseptualisasikan kembali bentuk-bentuk baru
dari pengaturan spasial di bawah paradigma perkembangan teknologi
baru atau bahkan yang terbaru (lihat Castells, 2000: 440-448).
B. teorI cAstells DAlAm KoNteKs
teorI moDerNItAs KoNtemPorer
Dibandingkan teoretikus modernitas kontemporer lainnya, seperti
Anthony Giddens, Daniel Bell, Alan Touraine, Ulrich Beck, dan Zygmunt
Bauman, Manuel Castells disebut-sebut merupakan ahli ilmu sosial
yang mampu mengeksplorasi lebih lanjut karakteristik dan risiko yang
di alam i masyarakat berkaitan dengan adanya perkembangan dan ke ha-
dira n teknologi informasi dan ilmu pengetahuan yang makin dominan,
baik dalam kehidupan keseharian masyarakat maupun dalam struktur
kapitalisme. Castells (1996, 2000) menyebut bahwa ekonomi baru yang
timbul di era modernisme cenderung bersifat informasional, global , dan
dihubungkan oleh jaringan ekonomi, yang didasarkan pada jaringan
perusahaan dan segmen perusahaan (Abercrombie et al., 2010: 279).
Di era masyarakat post-industrial, kehadiran teknologi informasi
memungkinkan digitisasi informasi melalui bahasa kode biner, suara,
data, dan video hingga ke aliran informasi digital, yang dapat disimpan,
diolah, dan dapat ditransmisikan dengan murah dan cepat melalui kom-
puter digital. Munculnya masyarakat informasi, menurut Tom Forester
dan David Berry (2008), sesungguhnya merupakan bentuk revolusi in-
dustri ketiga, karena bagaimanapun harus diakui bahwa adanya TI meru-
pakan suatu teknologi inti yang pervasif dan terpenting di abad ke-20,
70

