Page 83 - index
P. 83

BaB 4  |  Informasionalisme, Network Society, dan Perkembangan Kapitalisme ...

            yang sama pentingnya dengan listrik dan tenaga uap (lihat Outhwaite
            [Ed.],  2008: 393).  Bukan hanya masyarakat,  dalam pandangan Castells
            prasyarat utama yang dibutuhkan agar kapitalisme maupun masyarakat
            dapat tetap survive dalam iklim persaingan global yang makin ketat yaitu
            akses dan kemampuan untuk mengolah serta memanfaatkan informasi
            dan teknologi informasi.
                Berbeda dengan Daniel Bell (1976) yang memprediksi kehadiran
        Prenada Media Group
            masyarakat post-industrial  dari perubahan struktur pekerjaan di dunia
            usaha yang cenderung makin didominasi jenis pekerjaan di sektor jasa,
            khususnya ahli di bidang pengolahan data atau informasi. Castells meng-
            analisis perubahan yang terjadi di masyarakat modern kontemporer se-
            sungguhnya yaitu akibat dari perkembangan teknologi informasi yang
            mempunyai efek pervasive, dan arti penting teknologi informasi itu sen-
            diri yang mampu mengembangkan logika jaringan di era perkembangan
            perekonomian dan kehidupan masyarakat yang makin mengglobal.
                Daniel Bell,  yang mengembangkan ramalan sosial (social forecast-
            ing), yakni menggabungkan perspektif makroteoretis—yang merupakan
            bagian dari sosiologi klasik—dengan konteks masyarakat modern (Polo-
            ma, 2004: 374), menyebut masyarakat di era post-industrial sebagai ma-
            syarakat pengetahuan. Bell mengklaim bahwa peran pengetahuan yang
            makin meningkat telah mentransformasikan perusahaan-perusahaan bis-
            nis kapitalis (Scott, 2012: 331). Dengan makin meningkatnya arti pen-
            ting pengetahuan,  Bell meyakini bahwa dalam kapitalisme telah ter-
            jadi revolusi manajerial, khususnya dalam industrialisme kontemporer.
            Seperti juga Bell, Castells meyakini bahwa di era kapitalisme informa-
            sional,  yang namanya perusahaan transnasional mau tidak mau harus
            mengandalkan pada arti penting pengetahuan,  namun Castells secara
            lebih khusus juga menambahkan arti penting informasi, dan menyebut
            perusahaan yang makin mengglobal yaitu implikasi dari perkembangan
            jejaring perusahaan.
                Pada 1980-an, menurut pengamatan Castell di negara-negara maju
            muncul apa yang ia sebut sebagai ekonomi informasional global baru
            yang semakin menguntungkan, dan ekonomi ini bersifat informasional
            karena produktivitas dan daya saing dari unit dan agen dalam ekonomi
            ini secara mendasar tergantung pada kapasitas mereka untuk meng-



                                                                        71
   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88