Page 88 - index
P. 88

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            dari industri maju menuju kebudayaan yang terpecah-pecah.  Saluran
            televisi telah dikembangbiakkan melalui penyiaran kabel dan satelit,
            dan ini telah memecah-mecah pemirsa televisi menurut ketertarikan
            dan kepentingan yang khusus. Tidak ada lagi kebudayaan nasional yang
            tunggal dan seragam di suatu negara yang berkembang menjadi ma-
            syarakat informasional, karena kebudayaan dimaknai dengan cara yang
            berbeda-beda.  Castells menyatakan penggabungan televisi dan tekno-
        Prenada Media Group
            logi komputer telah memungkinkan penyiaran untuk meninggalkan
            bentuk komunikasi satu arah dan menuju bentuk-bentuk interaktif dan
            multimedia. Informasi, pendidikan, dan hiburan melebur bersama men-
            jadi suatu lingkungan tunggal yang sangat terdiferensiasi.
                Dalam masyarakat informasional,  struktur transnasional dan pe r-
            gerakan sosial eksis sebagai komunitas virtual, entitas global yang ter-
            de teritorialisasi, yang ditopang oleh aliran-aliran penduduk, objek, dan
            tanda-tanda dari satu daerah ke daerah lain melalui televisi dan inter-
            net, dan juga bersandar pada kedatangan anggota-anggota mereka se-
            cara serentak di tempat-tempat tertentu (Scott,  2012: 360).  Kehadiran
            telepon genggam dan laptop memungkinkan komunikasi secara instan
            di mana pun di dunia ini, dan tersedianya televisi satelit menandakan
            bahwa para pelaku perjalanan tidak perlu merasa terputus dari gambar-
            gambar yang familiar serta sumber-sumber informasi. John Urry (2003),
            ketika membahas fragmentasi masyarakat di era global dengan mengacu
            teori Castells melihat perubahan teknologi informasi umumnya meng-
            hasilkan bentuk-bentuk pergerakan yang sepenuhnya baru, yang diisti-
            lahkan sebagai mobilitas imajinatif dan perjalanan virtual (lihat Scott,
            2012: 361).
                Mengacu pada Baurdrillard (1972), Castells menyatakan bahwa du-
            nia kehidupan yang dialami secara subjektif, dideinisikan secara leng-
            kap dan komprehensif melalui gambaran media yang tersedia dan se-
            luruh bentuk ekspresi kebudayaan menjadi bentuk suatu “kebudayaan
            virtual nyata” yang tunggal (Scott, 2012: 355). Kebudayaan virtual nyata
            yang muncul seiring dengan perkembangan multimedia yang berasal
            dari perpaduan media massa dan komputer, menurut Castells yaitu suatu
            sistem tempat realitas itu sendiri—yakni eksistensi material/simbolik
            orang—ditangkap seluruhnya, terbenam seluruhnya di dalam suatu latar



            76
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93