Page 90 - index
P. 90

Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer

            ser sikap penentangan dari bentuk yang reaksioner ke bentuk yang pro-
            gresif (Scott, 2012: 329).
                Sementara itu,  Castells sendiri menyatakan bahwa oposisi politik
            yang efektif untuk melawan dominasi kapitalisme global harus bersi-
            fat proaktif dan melibatkan bentuk kesadaran yang diorganisasikan di
            seputar proyek rekonstruksi sosial yang radikal,  dan Castells melihat
            tantangan utama terhadap para globapolitan akan datang dari kalangan
        Prenada Media Group
            aktivis yang peduli masalah lingkungan dan para feminis (Scott, 2012:
            356). Kaum perempuan akan resisten dan mengembangkan bentuk per-
            lawanan terhadap ideologi patriarki karena berhadapan dengan kon-
            tradiksi antara meningkatnya pengetahuan dan pendidikan perempuan
            dan kesempatan ekonomi yang dimungkinkan oleh informasionalisme
            dan kukuhnya penindasan patriarkal.  Adapun para aktivis lingkungan
            cenderung akan bereaksi terhadap dominasi kapitalisme global yang
            dinilai telah melahirkan ancaman yang serius terhadap masa depan ke-
            lestarian lingkungan (lihat juga Castells, 2004: 192-301)


            c.  KrItIK uNtuK mANuel cAstells
                Sebagai teoretikus modernitas kontemporer,  Castells harus diakui
            telah banyak menawarkan pemahaman baru dan trilogi buku yang di-
            tulisnya The Information Age: Economy, Society, and Culture telah men-
            jadi bahan rujukan yang kuat untuk studi dan perkembangan teori sosial
            tentang masyarakat informasi, kapitalisme informasional, dan masyara-
            kat jaringan. Tetapi, sebagai suatu perspektif teoretis, teori tentang ma-
            syarakat dan kapitalisme informasional serta masyarakat jaringan yang
            ditawarkan Castells sesungguhnya masih terbuka peluang untuk direvisi
            dan dikritik.
                George Ritzer (2012: 973), misalnya, secara garis besar menyebutkan
            ada dua kelemahan yang menonjol dari teori yang ditawarkan Manuel
            Castells. Pertama,  teori Castells merupakan suatu studi empiris—yang
            mengandalkan data sekunder—dan Castells berhati-hati untuk meng-
            hindari penggunaan serangkaian sumber daya teoretis yang mungkin
            dapat meningkatkan mutu karyanya. Kedua, Castells dinilai Ritzer tetap
            terkunci di dalam perspektif produktivitas dan gagal untuk membahas
            implikasi analisisnya untuk konsumsi.



            78
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95