Page 91 - index
P. 91
BaB 4 | Informasionalisme, Network Society, dan Perkembangan Kapitalisme ...
Fokus perhatian Castells pada arti penting informasi dan perkem-
bangan jaringan pada masyarakat post-industrial, di satu sisi memang
telah menawarkan penjelasan alternatif untuk melihat dinamika per-
kem bangan kapitalisme di tahap akhir modernitas. Hanya saja, konsen-
trasi perhatian pada perkembangan kapitalisme global yang bertum-
pu pada informasi dan jaringan ini, ternyata tidak diimbangi dengan
penjelasan yang seimbang tentang dampak perkembangan kapitalis-
Prenada Media Group
me global itu terhadap perilaku ekonomi masyarakat atau konsumen.
Christian Fuchs (2009) menyatakan, pemikiran Castells tentang per-
kembangan masyarakat informasional, kapitalisme informasional, dan
masyarakat jaringan dianggap telah gagal memahami dialektika kon-
tinuitas dan diskontinuitas masyarakat. Castells dituduh Fuchs terla-
lu membesar-besarkan peran media baru teknologi informasi dalam
perubahan masyarakat yang radikal, dan mengabaikan dominasi dari
kapitalisme yang kuat dan telah bercokol lama, yang telah menyebabkan
masyarakat menjadi korban eksploitasi sebagai konsumen yang diken-
dalikan kepentingan kekuatan industri budaya.
Kritik lain untuk Castells dikemukakan Berry Smart. Meskipun
Smart (2000) sepakat dengan Castells bahwa perkembangan masyarakat
post-industrial telah melahirkan risiko atau ketidakpastian. Tetapi, pe-
mikiran Castells yang menempatkan arti penting informasi dan jaringa n
sebagai landasan material perkembangan masyarakat, dinilai Smart ma-
sih bisa diperdebatkan. Munculnya perusahaan jaringan di era post-in-
dustrial dan kapitalisme global, menurut Smart masih bisa dipertanya-
kan apakah hal itu merupakan bentuk transformasi sosial-ekonomi yang
benar-benar radikal dan mengubah bentuk masyarakat, ataukah hanya
perubahan dalam skala intensitas pemanfaatan informasi yang sebe-
lumnya sudah terjadi di berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Selain dipertanyakan asumsi dasar dan landasan teorinya, Castells
dalam banyak kesempatan juga kerap dikritik karena sikapnya yang
dinilai terlalu bias pada gerakan sosial tertentu yang diklaim progresif.
Menurut Anderson (2000), Castells dalam membahas gerakan sosial
yang muncul di era post-industrial sebagai bentuk resistensi terhadap
berkembangnya kekuatan kapitalisme global, dinilai telah bersikap bias
karena terlalu mudah menolak gerakan yang konservatif sebagai gerakan
79

